Amboina

Politeknik Negeri Ambon Dorong Usaha Jemaat Gereja Lewat Program Berdampak

potretmaluku.idPoliteknik Negeri Ambon menggandeng komunitas gereja untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui program pengabdian masyarakat yang menyasar pengembangan usaha berbasis rumah tangga.

Program ini menjadi bagian dari implementasi nyata semangat “Diktisaintek Berdampak” yang diusung Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi.

Mengangkat tajuk “Pemberdayaan Ekonomi Keluarga melalui Usaha Berbasis Rumah Tangga (UBRT): Peran Strategis Gereja,” kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 27 Juli 2025, di Gedung Gereja Segala Bangsa, Jemaat Alfa Omega Ministry, Kudamati Farmasi Atas, Kota Ambon. 

Program dirancang sebagai respons atas sejumlah persoalan ekonomi yang dihadapi jemaat, mulai dari minimnya pengetahuan kewirausahaan hingga terbatasnya akses permodalan.

Gembala jemaat, Johanes Leuwol, yang membuka acara tersebut, menegaskan pentingnya peran gereja dalam kehidupan sosial ekonomi umat. “Gereja memiliki mandat bukan hanya untuk melayani secara spiritual, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang berdampak pada kesejahteraan jemaat,” kata Leuwol.

Program pelatihan ini menghadirkan dua dosen Politeknik Negeri Ambon sebagai narasumber utama, yakni Dr. Dian Utami Sutiksno dan Dr. Wendy Souisa. 

Keduanya membawakan materi yang dikembangkan secara kontekstual dengan nilai-nilai iman Kristen. Modul pelatihan mencakup motivasi berwirausaha, dasar manajemen usaha kecil, dan strategi pemasaran berbasis lokal.

Tak hanya menyoal gagasan usaha, aspek akses keuangan juga menjadi fokus pelatihan. Rosalina Lamere dari Credit Union Hati Amboina memberikan materi tentang akses permodalan mikro secara bertanggung jawab. 

Ia menyampaikan bagaimana lembaga keuangan berbasis komunitas dapat menjadi mitra strategis dalam pengembangan UMKM jemaat secara berkelanjutan.

Diskusi dipandu oleh Stevanus Gomies dari Politeknik Negeri Ambon, yang memastikan dialog berlangsung interaktif dan kontekstual.

Dalam praktiknya, program ini juga melibatkan tiga mahasiswa Jurusan Administrasi Niaga yang bertugas sebagai fasilitator diskusi kelompok. Mereka membantu menjembatani teori akademik dengan praktik riil di lapangan.

Program ini menunjukkan bagaimana pendidikan tinggi vokasi dapat berkontribusi secara langsung dan berdampak terhadap kehidupan masyarakat. 

Lewat pendekatan partisipatif, kegiatan ini tidak hanya memberi pelatihan, tetapi juga membuka ruang kolaboratif antara akademisi, komunitas keagamaan, dan lembaga keuangan lokal.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button