
Tercatat jumlah Longwis sudah mencapai 1.700an lorong, meningkat dari sebelumnya 1.096 lorong. Longwis ini tersebar di 15 kecamatan dalam Kota Makassar. Pada tahun 2022, ada total 8000 lorong di Kota Anging Mammiri ini (https://diskominfo.makassarkota.go.id).
Data Dinas Tata Ruang menyebut Kecamatan Tallo sebagai pemegang rekor terbanyak, dengan 105 Lorong Wisata. Di Tallo, ada Lorong Wisata Cheongju, meminjam nama salah satu kota di Korea Selatan. Juga ada Lorong Wisata Hutan Bambu, Lorong Wisata Sejarah, dan Lorong Wisata Warna (https://blog.pigijo.com).
Di Jalan Nuri Lorong 302, RT 05/RW 01 Kelurahan Mariso, Kecamatan Mariso, misalnya, masyarakat memanfaatkan lahan tidur seluas 50 meter persegi, menjadi lahan pertanian produktif.
Mereka mampu menghasilkan cabai sekira 14-19 kg sekali panen per bulannya dan memberi pemasukan Rp500.000/bulan. Lorong yang dibangun dengan konsep instagramable ini, akan jadi daya tarik wisatawan. Terdapat berbagai seni mural sebagai daya pikatnya
Ambiguitas Lorong Wisata
Saya cukup tahu konsepsi lorong dari Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, karena merupakan editor buku “MasaDPan Makassar,, Dinamika Demokrasi dan Pemerintahan” (2014).
Saya juga pernah jadi host acara “Beranda Pak RT”, RRI Pro1 FM 94,4 Mhz Makassar, tahun 2016-2020, yang membahas program-program Pemkot Makassar, dengan menghadirkan Ketua RT, Ketua RW, Ketua LPM, pelaku UMKM, pengelola bank sampah, Lurah hingga Camat, sebagai narasumber.
Jadi bahasan seputar lorong dalam tataran paktik, cukup saya pahami. Lorong Garden (Longgar), Lorong Sehat (Longset), Lorong KB, dan sejenisnya, saya duga kini yang diubah menjadi Lorong Wisata (Longwis).
Meski program Longwis itu mendapat apresiasi dan mencatatkan prestasi bagi Pemkot Makassar, tapi ada beberapa catatan kritis, yang perlu jadi bahan evaluasi.
Catatan kritis ini juga menjadi masukan untuk penataan dan pengembangan Longwis ke depan. Harus diakui Longwis merupakan potensi bagi Pemkot dalam menggerakkan sektor pariwisata dengan segala dampak ikutannya kepada masyarakat.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



