Perkuat Gerakan Kedaulatan Pangan, Sekolah Puan Tani Adakan Kelas Menulis

Para peserta memang rata-rata suka membaca dan akrab dengan aplikasi yang menyediakan konten cerita. Mereka ada yang masih pelajar SMA, ada yang baru mau masuk kuliah, dan ada yang berstatus mahasiswa.
Koordinator Perkumpul SATUPENA Sulawesi Selatan itu melihat potensi peserta setelah mereka memperkenalkan diri dengan cara menulis bionarasi yang lebih bercerita. Dalam kelas menulis kreatif ini, dia menggunakan metode gambar untuk memantik peserta menulis.
Metode itu misalnya, digunakan saat meminta peserta berkisah tentang lingkungan seputar rumah, apa yang saya tahu tentang pertanian di desaku, dan masa kanak-kanakku di desa.
Secara sederhana, dia memperlihatkan bagaimana cara menghidupkan dan memperkaya tulisan. Katanya, sebaiknya mendeskripsikan dan menggambarkan apa yang ditulis, bukannya memberikan kesimpulan.
Terkait bagaimana memulai sebuah tulisan, dia memberi contoh kebiasaan membuat konten video yang bisa dimulai dari apa yang dianggap menarik secara visual. Cara ini ternyata mudah dipahami peserta.
Menurut pegiat literasi yang punya pengalaman lapangan sebagai aktivis itu, seorang fasilitator mesti mampu mengkreasikan metode sesuai situasi dan kebutuhan peserta.
Tantangan seorang fasilitator, yakni bagaimana memotivasi peserta agar mood mereka untuk menulis terjaga. Apalagi untuk pelatihan seperti ini yang langsung praktik.
Di akhir kegiatan, peserta melakukan pemetaan isu pertanian dan membuat kerangka tulisan sebagai rencana tindak lanjut. Dia sangat berharap, kelas menulis kreatif yang baru diadakan di Baruga Puan Tani ini akan menghasilkan produk. Semua materi tulisan dan proses yang dijalani, rencana akan dibukukan.(*/TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



