Maluku

Peran Vital Solidaritas Lintas Iman dalam Mewujudkan Pembangunan Rendah Karbon di Maluku

“Hilangnya mata pencaharian dan peningkatan angka kemiskinan sering kali dikaitkan dengan investasi yang tidak ramah lingkungan dan minimnya partisipasi warga. Kami perlu mendorong pemahaman ini dan kembali kepada pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan,” kata Yusuf.

Diskusi ini merupakan bagian dari Konsultasi tentang Kerja-kerja Advokasi dalam Keterlibatan Keagamaan dan Lintas Iman untuk Mitigasi dan Pengelolaan Risiko Lingkungan.

Acara ini diselenggarakan oleh Eco Bhinneka Muhammadiyah bersama GreenFaith dan Oxford Policy Management Limited (OPML), dengan dukungan dari IAIN Ambon dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku.

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) ini dihadiri oleh lebih dari 40 peserta yang berasal dari berbagai organisasi berbasis keagamaan, akademisi, serta media.

Diskusi ini tidak hanya menjadi wadah berbagi gagasan, tetapi juga langkah awal untuk membangun sinergi yang lebih luas dalam upaya penyelamatan lingkungan di Maluku.

Membangun Komitmen Bersama untuk Masa Depan Berkelanjutan

Dengan meningkatnya ancaman krisis iklim, urgensi kolaborasi lintas sektor menjadi semakin nyata. Kegiatan ini memberikan pemahaman bahwa pendekatan berbasis agama dapat menjadi salah satu solusi strategis dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keberlanjutan lingkungan.

Keberhasilan pembangunan rendah karbon di Maluku tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga keterlibatan aktif dari komunitas keagamaan, akademisi, dan aktivis lingkungan.

Dengan menyelaraskan nilai-nilai agama dengan kesadaran ekologi, diharapkan masyarakat semakin terdorong untuk mengambil tindakan nyata dalam menjaga lingkungan.

Solidaritas lintas iman dalam isu lingkungan ini bukan hanya tentang menyelamatkan ekosistem, tetapi juga menjaga keseimbangan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Upaya ini menegaskan bahwa agama memiliki peran penting dalam menyebarkan nilai-nilai keberlanjutan serta membangun kesadaran kolektif untuk menghadapi tantangan global seperti krisis iklim.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3 4Next page

Berita Serupa

Lihat Juga
Close
Back to top button