AmboinaMalukuNasionalOlahraga

Pengurus FASI 2024-2028 Diharapkan Bawa Angin Segar untuk Olahraga Malukua

potretmaluku.id – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) II Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI), Kol Pnb. Nurtantio Affan; SE.MH, M.han resmi mengukuhkan Pengurus FASI Daerah Maluku periode 2024-2028.

Pengukuhan yang berlangsung di gedung Pattimura Golf Course (PGC) Lanud Pattimura pada Kamis (17/7/2025) itu juga dihadiri Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku, Sam Latuconsina.

Dalam sambutannya, Ketua KONI Maluku, Sam Latuconsina mengungkapkan harapannya terhadap FASI Maluku guna memberikan kontribusi untuk kebangkitan olahraga di Maluku.

“Kita tau bersama, bahwa prestasi olahraga di Maluku saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Kehadiran FASI Maluku dibawah Pimpinan Pak Sugeng yang juga adalah Danlanud Pattimura bisa membawa angin segar kebangkitan olahraga di Maluku,”harap Sam.

Kata dia, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath saat ini sangat konsen terhadap kebangkitan olahraga di Maluku. Itu selalu disampaikan oleh Hendrik di berbagai kesempatan.

“Untuk itu, kehadiran FASI di Maluku saat ini tentu diharapkan bisa memberikan sumbangsih untuk kita bergandengan tangan bangkitkan olahraga di Maluku,”ujarnya.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi FASI Maluku kedepan yakni mencari lokasi untuk mendukung olahraga tersebut. Itu merupakan syarat mutlak dalam pengembangan di bidang olahraga.

Kata Sam, Gubernur Maluku menyampaikan telah berkoordinasi dengan Ketua FASI Maluku, bahwa arena untuk mendukung olahraga ini telah ditetapkan di areal kawasan Desa Latuhalat.

“Kalau memang segala sesuatunya sudah final maka FASI Maluku sudah harus segera menyiapkan infrastruktur penunjang di kawasan tersebut. Karena bicara prestasi olahraga, itu tentu banyak hal terkait di dalamnya. Dan salah satunya sarana dan prasarana pendukung,”tandas Sam.

Di kesempatan yang sama, Ketua Harian PB Fasi, Palito Sitorus dalam sambutan tertulis yang dibacakan, Nurtantio Affan menyampaikan, FASI memiliki status sebagai olahraga Dirgantara yang bersifat nasional berbentuk federasi yang berwenang mengatur, mengurus, membina dan mengkoordinasikan dan menyelenggarakan seluruh kegiatan olahraga di tanah air, termasuk kegiatan pertandingan, pendidikan, rekreasi dan wisata ordigra, serta kegiatan lain yang menggunakan perangkat ordigra untuk membantu tujuan pemerintah dan masyarakat di seluruh wilayah hukum Indonesia.

Sebagaimana yang tertuang dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga FASI. FASI juga memiliki peran yang sangat strategis dalam pengembangan dan pembinaan ordirga di Indonesia.

“Visi kita tidak hanya untuk memajukan olahraga aerosport di tingkat nasional, tetapi juga untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat perhatian dunia dalam bidang olahraga ini,”ungkap Sitorus.

Selain itu, lanjut dia, FASI juga sebagai salah satu anggota dari organisasi olahraga International, Federation Aeronautique Internationale (FAI) dan Aerosport Federation of Asia (AFA).

“Untuk itu, dengan komitmen yang kuat dan semangat kolaborasi, kami optimis dapat membawa organisasi FASI ini ke tingkat yang lebih tinggi,”jelas Sitorus.

Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kadispora Maluku Sandi Wattimena, menegaskan pengukuhan bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara FASI di Maluku dengan berbagai pihak terkait, seperti pemerintah daerah, TNI/Polri, KONI, serta instansi terkait lainnya.

Sinergi yang kuat akan menjadi kunci keberhasilan dalam mengembangkan olahraga Dirgantara di daerah ini. FASI Provinsi Maluku memiliki peran strategis dalam membina bibit-bibit unggul atlet olahraga dirgantara.

“Saya berharap pengurus yang baru dilantik dapat fokus pada pembinaan atlet, mulai dari penjaringan, pelatihan, dan pemberdayaan,”imbuh gubernur.

FASI Maluku juga diharapkan memerikan perhatian khusus pada aspek keselamatan dalam setiap latihan dan pertandingan, karena olahraga dirgantara memiliki risiko yang tinggi.

“Saya mengingatkan agar pengurus segera menyusun program kerja yang konkret, terarah, dan aplikatif. Program tersebut harus sejalan dengan program kerja FASI,”tandasnya. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button