Maluku Utara

Pengurus Baru Petani Milenial Halsel Dipercaya Kawal Program Agromaritim

potretmaluku.id – Upaya memperkuat ketahanan pangan daerah kembali ditekankan Pemerintah Halmahera Selatan, melalui pelantikan pengurus baru Himpunan Petani Milenial periode 2025–2027, pada Selasa, 18 November 2025.

Prosesi pelantikan HPM) periode 2025–2027 dilakukan oleh Asisten III Muhammad Nur, mewakili Bupati Halsel, di Aula Kantor Bupati, dengan mengusung tema “Satu Tekad, Satu Solidaritas, Mengawal Kedaulatan Pangan Halmahera Selatan”.

Acara tersebut dihadiri perwakilan Polres Halmahera Selatan, Kasdim 1509/Labuha Mayor Inf Ikbal, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Sumiati Aljogja, serta sejumlah perwakilan organisasi kepemudaan dan lembaga swadaya masyarakat.

Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dalam sambutan tertulis dibacakan oleh Muhammad Nur, menegaskan pemerintah menegaskan bahwa pertanian masih menjadi sektor utama penopang ekonomi Halmahera Selatan.

Lebih dari 80 persen masyarakat daerah itu bergantung pada usaha tani. Karena itu, pembangunan pertanian disebut perlu dilakukan secara menyeluruh dan berbasis data.

“Saya mengucapkan selamat kepada pengurus HPM yang baru dilantik, semoga amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan mampu mendorong kemajuan pertanian daerah,” kata Nur.

Ia menyebut pemerintah daerah berharap HPM dapat berperan dalam peningkatan produksi pangan, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong kesejahteraan petani melalui kolaborasi lintas sektor.

Salah satu fokus kerja sama yang didorong pemerintah adalah keterlibatan HPM dalam Program Agromaritim. Program itu dirancang menjadi pasar tetap bagi petani lokal, dengan HPM menjalankan fungsi penyedia kebutuhan pangan harian secara profesional dan berkelanjutan.

Ketua HPM Halmahera Selatan, Sajid H. Judin, mengatakan pelantikan itu menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus menyelaraskan program kerja dengan kebijakan pemerintah daerah.

Ia menyebut Program Sekolah Lapangan Petani Milenial saat ini telah menghimpun 100 anggota dari 30 kecamatan.

“Petani milenial bukan hanya menanam, tetapi juga merencanakan dan memasarkan. Jika berhasil, Halmahera Selatan dapat menjadi contoh pembangunan ketahanan pangan bagi daerah lain,” ujar Sajid.

Ia berharap HPM dapat memperkuat akses teknologi, pasar, dan kapasitas petani muda untuk membangun usaha tani bernilai ekonomi tinggi. Pada akhir acara, pemerintah menyerahkan bantuan alat semprot rumput kepada kelompok tani secara simbolis.(JAY)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button