Pemkab Malra Libatkan Komunitas dalam Penataan Pantai Ngiarvarat

potretmaluku.id – Upaya penataan Pantai Ngiarvarat memasuki tahap intensif menjelang pelaksanaan Sail to Indonesia 2025 dan Festival Pesona Meti Kei.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menggandeng sejumlah elemen masyarakat untuk mempercepat persiapan kawasan yang dirancang menjadi destinasi wisata berbasis lingkungan.
Sekretaris Dinas Pariwisata Malra, Budi Toffi, mengatakan penataan dilakukan melalui kerja kolaboratif bersama Kwarcab Pramuka, komunitas Ohoidertawun, Politeknik Perikanan Negeri Tual, serta masyarakat setempat.
“Sudah dua pekan kami melakukan pembersihan dan penataan kawasan,” ujar Budi saat ditemui di Pantai Ngiarvarat, Sabtu (14/6/2025).
Ia menjelaskan bahwa Pemkab mengadopsi konsep pariwisata regeneratif dengan tiga pilar utama: lingkungan (planet), masyarakat (people), dan kesejahteraan ekonomi (prosperity).
Pendekatan itu, menurut dia, memastikan pengembangan kawasan tidak merusak ekosistem pantai dan memberi manfaat jangka panjang.
“Kami tidak hanya membangun untuk agenda sesaat, tetapi untuk keberlanjutan,” katanya.
Beberapa langkah yang telah dilakukan meliputi pembukaan akses jalan sepanjang 6,7 kilometer menuju pantai, penyusunan rencana fasilitas publik permanen, serta kolaborasi dengan Bappenas dan lembaga internasional untuk pendanaan berkelanjutan.
Budi menepis anggapan bahwa Pantai Ngiarvarat sempat terbengkalai. Ia menilai pengembangan kawasan tersebut merupakan proyek besar yang sudah disiapkan sejak masa kepemimpinan Bupati Muhamad Thaher Hanubun.
“Justru sejak awal ini dirancang sebagai kawasan berbasis keberlanjutan,” ujarnya.
Untuk mencegah tekanan berlebih pada destinasi utama di pesisir Kei, Pemkab juga mengalihkan sebagian arus kunjungan wisata ke Ngiarvarat.
“Kita tidak boleh bertumpu pada satu titik karena bisa merusak lingkungan. Ngiarvarat menjadi solusi untuk distribusi kunjungan yang lebih seimbang,” ujar Budi.
Pemkab turut melibatkan pelaku UMKM, ekonomi kreatif, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, koperasi, dan pihak swasta agar ekosistem wisata di kawasan tersebut menyajikan pengalaman utuh bagi pengunjung: melihat, menikmati, hingga membeli produk lokal.
“Kami ingin Ngiarvarat tidak hanya indah, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekarang dan masa depan,” kata Budi.(TIA)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



