Ambon Dolo-dolo

Pemilu 1987, Beta Kehilangan Hak Pilih

Pemilu 1987 itu sadiki agak laeng, terutama terkait lambang partai peserta Pemilu. Soalnya, waktu itu su diberlakukan asas tunggal, Pancasila. Lambang PPP berubah dari gambar Ka’bah, menjadi gambar Bintang dalam siluet kotak warna hitam. Gambar lambang PDI juga sadiki baroba, su seng ada padi deng kapas, tapi cuma kapala Banteng, dengan dasar warna merah. Kalau Golkar, lambangnya tetap, seperti Pemilu 1982.

Sosialisasi Pemilu 1987 di Ambon mulai serentak dilakukan tanggal 24 Maret. Ada banyak cara sosiolisasi. Salah satu, yang beta inga, adalah dengan mengadakan lomba qasidah. Lagu wajibnya, waktu itu, “Mars Pemilihan Umum”, ciptaan Mochtar Embut.

Lagu ini dibuat tahun 1970. Akang jadi lagu ‘wajib’ setelah menang sayembara yang diadakan Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Jadi, akang mulai akrab di kuping sejak Pemilu 1971. Lagu “Mars Pemilihan Umum” ini biasa diputar sebelum dan sesudah warta berita di RRI.

Lomba qasidah dengan lagu wajib “Mars Pemilihan Umum” itu diadakan di Taman Hiburan Rakyat (THR) di Waihaong. Pesertanya, selain remaja masjid, juga dari skolah-skolah SMA. Penyelenggara lombanya dari Departemen Penerangan (Deppen).

Beta inga, saat Golkar kampanye terbuka di Lapangan Merdeka, katong samua dikasi pulang dari skola. Itu karena guru-guru musti wajib iko kampanye dalam bentuk rapat umum tersebut. Waktu bajalang pulang dari katong pung skola SMA Negeri 2 Ambon, di Jalan Jan Paays, beta bakudapa banyak paskali orang deng baju kuning yang menuju ka Lapangan Merdeka.

Kalau PDI, beta sempat lia dong kampanye saat beta berada di sekitar Tugu Pattimura. Rombongan peserta kampanye rupanya menarik beta pung minat. Sampe-sampe beta biking puisi berjudul “Sekelompok Orang Berbaju Merah”, bertarikh 11 April 1987. Puisi ini beta su kasi maso di buku “Menculik Puisi”, yang terbit 2017.

Hari pencoblosan Pemilu 1987 itu, tanggal 28 April. Beberapa hari sebelum hari “H” pemungutan suara, Pantarlih (dolo seingat beta, akronimnya Petugas Pendaftaran Pemilih, sekarang Petugas Pemutakhiran Data Pemilih), datang cek katong. Pantarlih ini juga dolo katong pung Ketua RT, namanya Daeng Sila. Antua mau pastikan sapa-sapa yang su terdaftar.

Beta deng Haris Limpo, saat itu, bilang par antua bahwa katong juga su bisa ikut Pemilu. Haris Limpo ini katong pung tetangga, juga anak kelas 3 di SMA Negeri 2 Ambon. Jadi seumuran deng beta. Tapi Daeng Sila, deng logat Ambon campur Makassar, bilang, “Jang mako iko… nanti pi.”

Akibatnya, Pemilu 1987 itu, yang mestinya pertama kali beta gunakan hak suara sebagai pemilih pemula, gagal beta ikuti. Katong seng tau mau protes ka mana. Penyelenggara Pemilu adalah LPU yang dipimpin Menteri Dalam Negeri. Juga ada sejumlah menteri dan Panglima ABRI duduk sebagai dewan pertimbangan di lembaga itu.

Skarang ini, di Pemilu 2024, su bagus. Ada Bawaslu RI sebagai lembaga pengawas resmi, belum lagi pengawas-pengawas independen dari berbagai kalangan, serta media massa. Kalo tasala sadiki, ale juga gampang baribot di medsos, biar viral. Kalo dolo-dolo, aduh sayang e, ale cukup talang aer luda sa. (*)

Makassar, 13 Januari 2024

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rusdin Tompo
Penulis, Rusdin Tompo.(Foto: Dokumentasi Pribadi)

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2

Berita Serupa

Back to top button