Nasional

Nasyidah, Pustama Dispusarsip Provinsi Sulsel, Mendokumentasikan Perjalanan Kariernya dalam Buku “Memoar Pustakawan Sejati”

Dalam hati dia berkata, kalau orang yang memboncengnya itu mau mencederai atau membunuhnya, maka tidak ada yang tahu.

Meski kejadian buruk itu tidak terjadi, tetapi situasinya membuat dia meneteskan air mata.

Nasyidah menangis, begitu tiba di lokasi mengajarnya sebagai dosen luar biasa (LB) Universitas Terbuka. Dia mengampu mata kuliah Ilmu Perpustakaan.

“Pustakawan dituntut dan ditantang untuk mandiri dan mau berbagi pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki,” imbuhnya.

Nasyidah meyakini bahwa posisi pustakawan sejati yang mengabdi dengan ketulusan hati, tak tergantikan oleh mesin.

Karier jabatan fungsional pustakawannya, mulai dari Asisten Pustakawan (1995-1997), Ajun Pustakawan Muda (1997-1999), Ajun Pustakawan Madya (1999-2002), Pustakawan Pratama (2002-2005), Pustakawan Muda (2005-2009), dan Pustakawan Madya (2009-2021).

Kini Nasyidah sebagai Pustakawan Ahli Utama (Pustama), berdasarkan SK Presiden Nomor 53/K Tahun 2020, yang ditandatangani Presiden RI, Joko Widodo, tanggal 27 Oktober 2020.

Dia dilantik sebagai Pejabat Fungsional Pustakawan Ahli Utama oleh Gubernur Sulawesi Selatan, pada tanggal 31 Maret 2021.

Nasyidah berpangkat/golongan Pembina Utama Madya/ IV/d.

Selama berkarier sebagai pustakawan, Nasyidah pernah mendapat penghargaan, berupa Satyalancana Karya Satya 20 Tahun oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang diterima pada tahun 2009.

Juga penghargaan Satyalancana Karya Satya 30 Tahun oleh Presiden Joko Widodo, yang diperolehnya pada tahun 2019.

Dalam buku memoarnya, Nasyidah bukan hanya menceritakan dinamika hidupnya sebagai pustakawan. Namun juga pengalamannya memberikan orasi sebagai Pustama di Perpustakaan Nasional RI, yang begitu berkesan. (*)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DIĀ GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3

Berita Serupa

Back to top button