Nasional

Nasyidah, Pustama Dispusarsip Provinsi Sulsel, Mendokumentasikan Perjalanan Kariernya dalam Buku “Memoar Pustakawan Sejati”

“DNA saya adalah pustakawan. Saya tidak pernah berada di organisasi perangkat daerah (OPD) lain, selain Dispusarsip,” bebernya dalam buku.

Suaminya, Syamsuddin Bakry, SE, merupakan pensiunan Pustakawan pada dinas yang sama dengannya.

Nasyidah menamatkan pendidikan Diploma 3 Ilmu Perpustakaan, Unhas, tahun 1983. Ia meraih gelar Sarjana Sosial (S1) Ilmu Perpustakaan, Unhas, tahun 2001. Kemudian gelar S2 Magister Administrasi Publik, pada Program Pascasarjana Unismuh, Makassar, tahun 2013.

Riwayat pendidikan non formalnya, antara lain Diklat Fungsional Kompetensi Kepustakawanan, Managerial dan Sosial Kultural (Perpustakaan Nasional), Diklat FungsionalĀ Training of TrainersĀ (ToT) (Perpustakaan Nasional, 2014), dan Diklat Tenaga Promosi dan Etika Layanan Perpustakaan (Perpustakaan Nasional, 1994).

Nasyidah tak hanya punya legitimasi akademik sebagai pustakawan, tetapi juga setia selama 37 tahun sebagai pustakawan Dispusarsip Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam buku memoarnya, disampaikan bahwa sebagai pustakawan profesional, ia dituntut memiliki keterampilan teknis, kemampuan komunikasi, manajemen informasi tentang koleksi yang dimiliki perpustakaan, juga sikap melayani, serta mau belajar, dan kreatif.

Orientasi melayani ini, bahkan tak hanya sebatas untuk pengunjung di perpustakaan, tetapi juga ketika menjangkau daerah-daerah terpencil.

Misalnya, dia pernah dari Sinjai Selatan ke Sinjai Barat untuk mengajar mahasiswa Universitas Terbuka di sana.

Daerah yang mau didatangi sama sekali tidak dia tahu, dan juga tidak punya gambaran sama sekali, berapa jauhnya. Dia diantar tukang ojek saat ke sana.

Medannya begitu berat: melewati hutan, yang sama sekali tidak ada perkampungan, lalu melewati bukit, kemudian jalanan rintisan yang jelek.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3Next page

Berita Serupa

Back to top button