PendapatSerba-serbi Ramadan

Nasi Goreng dan Hikmah di Hari Ke-3 Ramadan

SERBA-SERBI RAMADAN

Nasi goreng, satu-satunya menu berbuka di Ramadan hari ke-3. Dua hari sebelumnya meja makan penuh dengan berbagai jenis kue dan lauk pauk. Jam 1 siang ba’da dzuhur, cheff mama sudah stand by dan bertempur di Dapur Nayeffa. Beli makanan siap saji dijual di luar sana bukanlah pilihan. Karena lidah anak-anak hanya suka dengan masakan mamanya. So rencana mau masak menu apa untuk berbuka biasanya sudah disiapkan sehari sebelumnya, dan tentu saja harus sesuai dengan request anak-anak, sebagai ‘award‘ atas semangat mereka menjalankan perintah Allah berpuasa di bulan Ramadan.

Hari ini agak berbeda. Kondisi tubuh yang kurang fit membuat mood memasak jadi drop tiba-tiba. Seharian hanya bisa berbaring di tempat tidur. Tapi Alhamdulillah dengan sedikit memaksakan diri masuk dapur, akhirnya nasi goreng sederhana bisa diolah di 30 menit terakhir sebelum waktu berbuka. Alhamdulillah semuanya lahap menyantap dan kenyang meski di meja makan cuma ada nasi goreng, telur dadar, kerupuk dan es kelapa muda.

Sembari menatap anak-anak, hati dan pikiran kemudian mulai merefleksi kejadian ini. Ternyata tak butuh banyak makanan dan minuman untuk memuaskan lapar dahaga setelah sehari penuh berpuasa. Bagaimanapun lambung manusia punya kapasitas terbatas. Nafsu dan keinginan kita yang acap kali menggiring untuk mencari dan menyediakan kebutuhan lebih dari yang kita butuhkan.

Tak hanya soal pangan, perihal pakaian yang kita pakai, tempat tinggal dan bahkan untuk hal-hal yang bukan menjadi kebutuhan dasar pun saat ini seolah menjadi semacam keharusan untuk dipenuhi dan dimiliki.

Kiblat kita berfokus ke segala sesuatu yg berbau hedonis. Ikut-ikutan trend dan menghamba pada standart dan pengakuan orang lain. Lalu waktu, tenaga, akal hanya berfokus untuk mengejar nafsu kita dan menghalalkan berbagai cara kemudian kita lupa akan esensi tujuan kita hidup di dunia.

Itulah kenapa Allah SWT memerintahkan kita untuk berpuasa, agar bisa mengendalikan nafsu. Dan tulisan ini memang agak serius ya gaes. Hehehe.. Sebab memang bagi saya pribadi ini menjadi semacam pengalaman spiritual dan hikmah di hari ke-3 Ramadan.

Akhir kata, selamat menjalankan ibadah puasa bagi muslimin dan muslimat, yang menjalankannya, dan selamat membaca tulisan singkat ini utuk semua pengujung situs berita potretmaluku.id.

Danke su baca dan salam hormat voor dong samua

Screen Shot 2021 04 15 at 21.45.13

Penulis: Nona J Pelu, ibu rumah tangga owner Dapur Nayeffa Cake & Cookies, yang suka menulis.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button