AmboinaKomunitasLingkungan

Mercy Barends Ajak Anak Muda Ambon Ubah Sampah Jadi Energi Masa Depan

potretmaluku.id, – Anggota Komisi X DPR RI, Mercy Chriesty Barends mengajak anak muda di Kota Ambon, komunitas lokal, hingga pelaku usaha untuk ikut terlibat langsung mengolah sampah plastik menjadi energi masa depan.

“Saatnya anak muda Ambon mengubah mindset, tidak lagi memandang sampah sebagai musuh, melainkan sebagai sumber energi masa depan,” ujar Mercy Barends saat menutup Pelatihan Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Sumber Energi yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Komisi X DPR-RI, di Zest Hotel Ambon, Minggu (27/7/2025).

Menurut Mercy, pelatihan yang dilaksanakan melibatkan 100 anak muda Ambon, merupakan satu dari 10 program bimbingan teknis (bimtek) yang dijadwalkan dalam enam bulan ke depan, pasca finalisasi anggaran antara Komisi X DPR RI dan pihak pemerintah.

“Untuk Kota Ambon sendiri, isu yang dipilih sebagai fokus adalah pengelolaan sampah—masalah nyata yang dihadapi setiap hari oleh masyarakat Ambon. Sampah plastik bukan lagi sekadar masalah lingkungan, tetapi juga peluang besar jika dikelola dengan benar,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan besar harus dimulai dari kesadaran kolektif bahwa pengelolaan sampah tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tugas bersama seluruh lapisan masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi, Mercy menekankan pentingnya inovasi dan teknologi tepat guna untuk mendaur ulang limbah, khususnya plastik, menjadi sesuatu yang bernilai tinggi, baik secara ekonomi maupun lingkungan.

Ajakan ini bukan sekadar wacana, tetapi bagian dari strategi nyata untuk menjadikan Ambon sebagai kota yang bersih, sehat, dan berdaya tahan lingkungan melalui gerakan dari akar rumput, mengingat kondisi terkini produksi sampah di Ibu Kota Provinsi Maluku cenderung meningkat tajam.

Dari data yang dihimpun menyebutkan, volume sampah yang dihasilkan setiap hari di Ambon meningkat dari 160 ton di pertengahan 2024 menjadi 246,74 ton di akhir tahun 2024, dan hingga pertengahan tahun 2026 volumenya telah mendekati 250 ton per hari. 30 persen diantaranya adalah sampah plastik. Sementara kemampuan pengangkutan sampah hanya sekitar 185,5 ton per hari.

Menurut MCB–sapaan akrab Mercy–dalam era yang ditandai dengan krisis iklim dan peningkatan volume sampah, pengelolaan limbah tak lagi bisa diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Hal ini disadari betul oleh berbagai pihak di Kota Ambon, yang kini mulai menggalang kesadaran kolektif untuk mengubah masalah menjadi peluang, terutama melalui pelatihan-pelatihan yang mengedepankan pendekatan teknologi dan pemberdayaan komunitas.

Dari Beban Jadi Potensi Ekonomi

Anggota DPR RI dari Dapil Maluku itu mengakui, sejauh ini Pemerintah Kota Ambon telah berupaya keras dalam mengelola persoalan sampah. Namun, menyulap kota menjadi bersih tidak bisa menjadi tugas tunggal pemerintah semata. Dibutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda.

Karena itu, dalam pelatihan yang melibatkan sejumlah peneliti dari BRIN itu, pendekatan yang digunakan adalah mengubah dan membentuk mindset atau pola pikir baru bahwa sampah bukan lagi musuh, melainkan aset.

Anak muda didorong untuk melihat potensi ekonomis dari sampah melalui pemanfaatan teknologi tepat guna. Misalnya, limbah plastik dapat diolah menjadi chip plastik, bahan baku industri ringan, hingga sumber energi alternatif yang sangat dibutuhkan saat ini.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

1 2 3Next page

Berita Serupa

Back to top button