Telusur Sejarah

Mengenal Batu Tapak Cidokom, Gunungsindur, Bogor

TELUSUR SEJARAH

“Hanya ada yang menyebutkan bahwa batu tapak ini ada hubungannya dengan Prabu Siliwangi, Raja Kerajaan Pakuan Pajajaran atau Raden Gembang dari Kerajaan Banten. Tidak ada penjelasan kapan batu ini ditemukan dan sebagainya. Masih memerlukan studi yang lebih detail oleh para ahli sejarah.”

Disusun oleh: Dr. Rakeeman R.A.M. Jumaan*)


Jejak Telapak Kaki di Atas Batu dari Masa ke Masa

MANUSIA selalu ingin meninggalkan jejak untuk dikenang atau sekedar sebuah ekspresi. Oleh sebab itu, banyak cara dilakukan sejak masa dulu. Dari sekedar membuat benda-benda kerajinan tangan (handmade) hingga menerakan bentuk telapak kaki atau tangan bahkan muka pada suatu bidang datar.[1]

Bahkan, manusia prasejarah telah meninggalkan jejak berupa telapak kaki pada batu di beberapa lokasi di dunia ini. Sebut saja, sejak 100 juta tahun lalu sudah ada telapak kaki manusia purba pada batu. Jejak yang paling jelas adalah yang ditemukan di Eropa yaitu di Trachilos, Kreta (Yunani) sekitar 5,7 hingga 6,05 juta tahun lalu.

Jejak telapak kaki juga ditemukan di Laetoli (Tanzania) yang diperkirakan berusia sekitar 3,66 juta tahun lalu. Jejak ini diyakini dibuat oleh Australopithecus afarensis, spesies yang sama dengan fosil ‘Lucy’. Sedangkan jejak Homo Sapiens ditemukan di Afrika Selatan sekitar 153.000 tahun lalu. Jejak ini dianggap sebagai jejak kaki manusia modern (Homo sapiens) tertua yang pernah ditemukan.

Telapak kaki Nabi Adam a.s. juga dikatakan telah ditemukan di Sri Langka.[2] Di kawasan pegunungan Samanala, tepatnya di Adam Peak yang termasuk dalam Distrik Ratnapura dan Distrik Nuwara Eliya Provinsi Sabargamuwa terdapat jejak mirip telapak kaki raksasa berukuran 100 cm x 180 cm.

Orang-orang Hindu menyebut jejak telapak kaki raksasa itu dengan sebutan Shivan Adi Padham. Mereka percaya, bahwa jejak itu adalah tinggalan Dewa Shiva yang telah melakukan tarian di tempat dengan ketinggian 2.243 meter di atas permukaan laut tersebut.

Sedangkan orang-orang Budha percaya, bahwa ini adalah telapak kaki Sang Buddha Gautama. Menurut mereka, saat kunjungan terakhir ke Sri Langka, Sidharta Gautama menerakan telapak kakinya pada batu safir yang ada di pegunungan Adam Peak tersebut.

Begitu juga umat Kristiani, mereka percaya bahwa jejak telapak kaki raksasa itu merupakan simbol dari telapak kaki St. Thomas. Mereka percaya, bahwa Rasul Thomas –yang merupakan saudara kembar Yesus alias Ba’bad– menyebarkan agama Kristen di Sri Langka setelah di Malabar, India Selatan.

Bahkan, di Kashmir tepatnya di tempat yang disebut sebagai Rauzabal (artinya “Makam Nabi”) alias Ohel (אחל) juga terdapat jejak pahatan sepasang kaki yang dikatakan merupakan kaki Nabi Isa a.s. di India. Jejak kaki itu tampak unik karena khas memperlihatkan bekas-bekas penyaliban.[3]

Jejak Telapak Kaki di Nusantara: Antara Prasasti atau Ekspresi?

Di Nusantara, yang kini disebut sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, terdapat beberapa tinggalan berupa pahatan telapak kaki (footprint) manusia di atas batu. Pahatan itu sudah ada sejak masa Kerajaan Tarumanagara pada abad IV hingga XVI Masehi.[4]

Setelah era Tarumanegara, kebiasaan membuat pahatan jejak telapak kaki dilanjutkan oleh Kerajaan Galuh dan Sunda. Telapak kaki dan telapak tangan di Ciamis membuktikan hal ini. Begitu juga di kawasan Kerajaan Sunda di Bogor, Sukabumi dan Bandung, banyak ditemukan pahatan jejak telapak kaki di atas batu.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

1 2 3 4Next page

Berita Serupa

Back to top button