Pendapat

Mendiskusikan Tarian Rote NTT di Kampung Seni Baruga Kaluarrang

PENDAPAT

Tarian yang dibawakan ini merupakan tarian Nusantara yang menunjukkan keragaman dan kekayaan budaya kita. Keunikannya tampak pada gerak, irama, musik, busana, juga riasan wajahnya.

Kata “identitas dan keunikan” membuat saya mengkritisi Lorong Wisata ini, yang dinamakan Lorong Wisata Kyoto oleh Pemkot Makassar. Mengapa harus nama kota yang berbau asing dan asal comot? Bukankah Kampung Seni Baruga Kaluarang di Lorong II itu, punya image dan branding yang kuat? 

Ada toponimi yang terkait dengan Parang Tambung. Juga ada aspek sejarah serta nama keluarga dalam penamannya. “Kaluarrang” itu diambil dari nama Andi Tunru Karaeng Kaluarrang, ayah Andi Bau Ummu Tunru, sedangkan ibunya bernama Hj Andi Siti Humana.

Setelah menikmati pertunjukan dan dialog, saya sempat ngobrol dengan Daeng Bas. Beliau bercerita bahwa Batara Gowa ini semula merupakan sanggar tari yang dikhususkan bagi keluarga dan kerabat Kesultanan Gowa. Tempatnya pun, kala itu, masih di Istana Balla Lompoa, Sungguminasa.

Pada tahun 1967, Andi Bau Ummu Tunru, salah seorang putri Kesultanan Gowa, membawa Batara Gowa “keluar” dari istana. Semasa hidupnya, Andi Ummu Tunru terkenal sebagai maestro Tari Pakarena.

Pilihan tak lagi eksklusif di istana, biar masyarakat biasa juga bisa bergabung. Alasannya, semua masyarakat berhak menikmati kekayaan seni budaya mereka, sebagai bagian dari upaya pelestarian.

tarian rote
Foto: Dok. Rusdin Tompo

Andi Ummu Tunru merupakan istri dari Daeng Bas, tokoh musik tradisional multi-talenta. Pasangan maestro ini mengembangkan Kampung Seni Baruga Kaluarang, sejak tahun 1955. Mereka mendedikasikan tempat ini sebagai ruang belajar bersama guna merawat dan memajukan seni budaya, khususnya Sulawesi Selatan.

Daeng Bas menceritakan pengalamannya mengadakan pertunjukan di berbagai negara, termasuk di New York, Amerika Serikat.

Sejumlah mahasiswa dari mancanegara juga pernah belajar di Batara Gowa. Akademisi dan peneliti pun tertarik mengkaji berbagai aspek yang dilakukan dan dikembangkan oleh Kampung Seni Budaya Kaluarrang yang berada di bawah naungan Yayasan Batara Gowa ini.

Waktu bergerak, regenerasi pun dilakukan. Sejak tahun 2010, Yayasan Batara Gowa beralih kepemimpinan. Di tangan Andi Muhammad Redo, yang tidak lain merupakan anak pasangan Daeng Bas dan Mama Ummu, lembaga ini punya beragam kegiatan, seperti pertunjukan seni tradisional dan kontemporer, konsultan seni budaya, tata kelola event, desain kreatif, serta produksi film. (*)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3

Berita Serupa

Back to top button