Maluku

Membangun Fondasi Emas dari Ruang Musyawarah Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku

potretmaluku.id – Tifa dipukul tiga kali. Di Hotel Marina, Ambon, ruangan musyawarah itu pun resmi terbuka. Di dalamnya, semangat membangun bangsa berseliweran dalam wajah-wajah perempuan yang hadir tak sekadar sebagai istri aparatur sipil negara, tapi sebagai penentu arah organisasi yang sudah berjalan seperempat abad lebih: Dharma Wanita Persatuan.

Musyawarah Daerah ke-V Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Maluku yang digelar Kamis, 3 Juli 2025 itu mengusung tema besar: “Penguatan Fondasi Transformasi Organisasi Dharma Wanita Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Tema yang tak hanya mencerminkan arah gerak organisasi perempuan ini, tetapi juga ambisi besar menuju satu abad Indonesia merdeka.

Maya Baby Rampen Lewerissa, Penasehat DWP Provinsi Maluku, tampil membuka forum. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Dharma Wanita tak lagi bisa dipandang sebagai organisasi pendamping. Ia bagian penting dari pembangunan daerah.

“Organisasi ini harus menjadi ruang strategis pemberdayaan perempuan, peningkatan kualitas keluarga, dan kontribusi aktif dalam sektor sosial dan ekonomi,” ujarnya di hadapan ratusan peserta yang hadir dari berbagai kabupaten dan kota.

Ia menyebut, musyawarah bukan sekadar rutinitas lima tahunan. Tapi ajang konsolidasi untuk memperkuat kelembagaan dan profesionalisme DWP di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Maya juga menggarisbawahi pentingnya mengevaluasi program kerja sebelumnya, mengidentifikasi keberhasilan maupun hambatan, dan menyusun rencana kerja yang realistis, terukur, dan kontekstual.

“Dharma Wanita perlu menjalin kemitraan yang erat dengan pemerintah dan organisasi lain. Di era seperti ini, kita harus bergerak bersama,” katanya. Ia juga menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di internal organisasi, serta kemandirian finansial sebagai pilar yang tak terpisahkan.

Musda yang juga dihadiri oleh Ketua DWP Provinsi Maluku, Nita Sadali, dan Hj. Rohani Vanath itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat. Hadir pula para ketua DWP kabupaten/kota se-Maluku, perwakilan organisasi perempuan, hingga Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Maluku.

Maya Lewerissa menutup pidatonya dengan ajakan yang menggugah: “Kita bangun organisasi ini dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan kepedulian sosial yang tinggi. Mari kita hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat Maluku.”

Musyawarah belum tentu mengubah dunia dalam semalam. Tapi ia menjadi fondasi—seperti batu pertama yang ditanam—untuk rumah besar bernama Indonesia Emas 2045. Dharma Wanita tampaknya sudah tahu persis, di mana mereka harus berdiri dalam bangunan itu.(*/TIA)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button