Nasional

Mahasiswa FSD UNM Kuliah Dengan Gaya Anak Nongkrong

“Sketsa itu menyampaikan secara dokumenter apa yang ada di sekeliling kita, yang kita lihat, tanpa harus detail,” tambah Rimba terkait sketsa yang akan dibuat.

Rimba menjelaskan, latar belakang kegiatan Sketsa Jumat Malam, yakni agar silaturahmi antara seniman dan kesenian tetap tumbuh, dengan asas Bersama Berbagi. Tujuannya adalah menjadikan pola berkesenian (lintas kesenian) sebagai suplemen. Selain itu, model kolaborasi dengan para sahabat ini, tentu bersifat edukasi dan diharapkan berkesinambungan.

“Tanpa terasa, kegiatan ini sudah berjalan setahun, dengan tema berbeda setiap Jumat malam. Kami mulai pada Ramadhan tahun 2023 lalu,” ungkap Rimba.

WhatsApp Image 2024 05 04 at 09.17.51

Ada pemandangan menarik malam itu. Kebanyakan mahasiswa Jurusan Seni Rupa ini didominasi mahasiswi atau perempuan. Mereka menggambar mengguanakan cat air, spidol, pulpen warna putih dengan dasar kertas warna hitam, sesuai situasi malam. Namanya juga mahasiswa kekinian, ada yang menggambar sambil live di akun Instagramnya.

Objek yang dipilih sesuai posisi dia berada dan hal menarik yang dilihatnya. Firda, yang berada di samping kedai, menyampaikan bahwa dia menggambar partisi kayu dan meja yang objeknya lebih dekat. Sementara Latifa, memilih menggambar sudut gedung Sao Panrita, yang punya cahaya lampu menarik dan terlihat banyak aktivitas di area situ.

Muhammad Suyudi dengan penuh perhatian mendatangi setiap mahasiswanya yang duduk berkelompok. Dia memperhatian mereka menggambar, sambil sesekali menjelaskan aspek teknisnya. Anak-anak diingatkan bahwa dalam menyeket itu, mereka merekam apa yang dilihat, bukan apa yang diketahui.

“Saya suka mengajar di kelas yang tidak ada sekatnya. Apalagi ini merupakan kelas kolaborasi, sehingga mahasiswa akan mendapat pengalaman berbeda, sekaligus pengayaan wawasan dari teman seniman,” pungkas Yudi, dosen FSD UNM.(*/TIA)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2

Berita Serupa

Back to top button