Literasi Seni Lewat Kesok-Kesok dan Kacaping di SMP Negeri 6 Polongbangkeng Utara Takalar

Ketika ada di antara yang hadir mencoba menyanyikan lagu pop dengan menggunakan kesok-kesok, spontan disampaikan bahwa untuk lagu seperti itu, bisa diiringi menggunakan kacaping.
Daeng Nassa lalu mengambil kacaping, membawakan lagu Anging Mammirik. Giliran Daeng Pata yang meniup seruling.
Harmonisasi permainan keduanya menambah kesyahduan lagu ciptaan Bora Daeng Ngirate tersebut.
Siang itu, 50-an siswa yang sekolahnya berada di Desa Kale Ko’mara tersebut, tak hanya mendapat asupan informasi seputar alat musik tradisional, tetapi juga semacam coaching clinic. Mereka diperlihatkan, bagaimana memainkan kacaping dan kesok-kesok.
Muhammad Revan, siswa kelas 9, memberanikan diri tampil ke depan. Siswa yang hobi bermain sepak bola, dan bercita-cita jadi anggota Kopassus itu, tak canggung saat menggesek kesok-kesok.
Dua guru, masing-masing Pak Rahman dan Pak Irfayandi, juga melakukan hal yang sama, mencoba memainkan kesok-kesok dan kacaping.
Diakui oleh Daeng Nassa, butuh proses untuk bisa sampai mahir. Daeng Pata’ pun mengiyakan bahwa kalau mau lebih terampil lagi, perlu latihan yang kontinu.
Kepala UPT SPF SMP Negeri 6 Polongbangkeng Utara, Erma Mapparenta, S.Pd, M.Pd, senang melihat siswa-siswi dan guru-gurunya begitu antusias pada seni tradisi.
Kepala sekolah yang sebelumnya mengajar di SMP Negeri 1 Mangarabombang itu, tampak mendokumentasikan penampilan mereka melalui smartphone-nya.
“Harus berani dan percaya diri kalau ingin maju,” kata Bu Erma memberi semangat.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi




