LAPPAN Maluku Dorong Perempuan Memimpin Transisi Energi Bersih di Ambon
Pengalaman perempuan dari dua komunitas juga dipaparkan Delvya Latuputty dari Latuhalat dan Hana Pariama dari Seilale. Keduanya berbagi pengalaman mengikuti proses FPAR dan mengembangkan inisiatif dekarbonisasi berdasarkan kebutuhan komunitas.
Ketua Jurusan Teknik Elektro Politeknik Ambon, Halomoan Marthin Muskita, memberikan materi mengenai pengalaman penerapan pembangkit listrik tenaga surya di Maluku dan peluang dukungan terhadap komunitas yang mengembangkan inisiatif PLTS yang dipimpin perempuan.
Sementara itu, Sartika M. Launuru dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Maluku membahas kebijakan dan aksi iklim pemerintah daerah yang berkaitan dengan mitigasi, adaptasi, dan sektor energi.
Rithasya T. Wenno dari Dinas Lingkungan Hidup Maluku membahas kebijakan dan aksi lingkungan yang berkaitan dengan perubahan iklim.
Lokakarya tersebut juga diarahkan untuk memperkuat Rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan Iklim (RAD API) dan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Maluku, terutama dalam mendorong keterlibatan komunitas dalam transisi energi.
Pada akhir kegiatan, peserta menyusun rekomendasi melalui tiga kelompok pembahasan, yakni perencanaan, implementasi dan pemantauan-evaluasi; data terpilah berdasarkan gender; serta anggaran.
Rekomendasi tersebut antara lain mendorong partisipasi dan kepemimpinan perempuan dalam aksi iklim, memperluas akses terhadap pendanaan perubahan iklim yang berkeadilan dan tidak merusak lingkungan, serta mendukung inisiatif perempuan komunitas dalam mengurangi emisi karbon melalui pemanfaatan energi bersih.
Hasil rekomendasi tersebut akan digunakan sebagai bahan untuk mendorong penerapan rencana aksi gender dan Gender Action Plan dalam kebijakan aksi iklim di Maluku dan Indonesia.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DIĀ GOOGLE NEWS
Penulis :
Editor :




