AmboinaMalukuNasionalOlahraga

Wakil Gubernur Maluku Bilang Olahraga itu Investasi SDM Sekaligus Wujud Apresiasi Perjuangan Atlet

potretmaluku.id – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath mengatakan, olahraga adalah bentuk investasi Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus wujud apresiasi terhadap perjuangan atlet.

Hal itu disampaikan saat membaca sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Tahun 2026 dalam sorotan tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”, yang berlangsung di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Rabu (9/9/2026).

Menurut dia, kedua aspek itu saling berkaitan erat dalam membangun kemajuan suatu bangsa, baik dari sisi kesejahteraan masyarakat maupun prestasi di kancah internasional.

“Investasi melalui olahraga berarti kita sedang membangun manusia Indonesia secara utuh, sekaligus berinvestasi pada kesehatan masyarakat agar semakin bugar, produktif dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” ungap Vanath mengutip sambutan Menpora.

Vanath menyebut, peringatan Haornas dalam tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!” tersebut menjadi momentum untuk memperkuat budaya olahraga sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Melalui olahraga, bangsa Indonesia tidak hanya membangun masyarakat yang sehat dan bugar, tetapi juga membentuk karakter yang disiplin, tangguh, sportif, serta memiliki daya juang,” terangnya.

Pemerintah daerah juga didorong menjadi motor utama gerakan masyarakat aktif dan bugar, melalui penyediaan ruang publik, fasilitas olahraga, jalur pejalan kaki dan jalur bersepeda, serta program olahraga yang mudah, murah, aman dan inklusif.

Pada kesempatan tersebut, Vanath menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh atlet, pelatih, serta organisasi olahraga di Maluku yang telah berjuang membawa dan mengharumkan nama daerah.

“Terima kasih karena telah mengharumkan nama Maluku. Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada para atlet, pelatih dan seluruh organisasi yang terus membina olahraga di Maluku,” ujar Vanath.

Kata dia, Pemerintah Provinsi Maluku menyadari bahwa dukungan anggaran untuk pembinaan olahraga masih menghadapi berbagai keterbatasan. Namun, kondisi tersebut tidak boleh mengurangi semangat pemerintah daerah untuk memberikan penghargaan atas prestasi yang telah ditorehkan para atlet.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tetap berkomitmen memenuhi apresiasi terhadap atlet dan pelatih berprestasi, meskipun dalam pelaksanaannya terdapat keterlambatan.

“Kami tetap berkomitmen memberikan apa yang menjadi hak dan rencana pemerintah daerah bagi para atlet yang berprestasi. Kalau ada keterlambatan, itu bukan karena unsur kesengajaan. Kami tetap akan memenuhi komitmen tersebut,” tegasnya.

Keterbukaan pemerintah daerah, lanjut Vanath, menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan para atlet dan insan olahraga. Untuk itu, pemerintah daerah tetap memiliki komitmen menghargai dan mengapresiasi prestasi yang telah diukir.

Vanath menekankan pembangunan olahraga tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi harus dimulai dari terbentuknya budaya hidup aktif di tengah masyarakat. Bagi dia, atlet berprestasi lahir dari masyarakat yang memiliki budaya olahraga. Karena itu, budaya olahraga, prestasi olahraga dan pengembangan industri olahraga perlu dibangun sebagai satu ekosistem yang saling mendukung.

“Atlet juara lahir dari masyarakat yang gemar berolahraga. Karena itu, mari kita bangun budaya olahraga di Maluku, mulai dari keluarga, sekolah, lingkungan kerja hingga desa dan kelurahan,” cetusnya. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button