Urusan pendidikan, tegasnya menjadi tugas dan tanggungjawab Komisi X. Berbagai koordinasi sudah dilakukan dan masih menunggu Keppres dikeluarkan Presiden Prabowo Subianto.
Jika Keppresnya turun dan dipastikan urusan infrastruktur dikembalikan ke Komisi X, maka Mercy menjamin Komisi X akan memperjuangkan alokasi dana yang cukup serta melakukan pengawasan terhadap penggunaannya.
Selain itu, Komisi X juga dapat memastikan pembangunan sekolah-sekolah atau seluruh infrastruktur pendidikan dari tingkat dikdasmen hingga perguruan tinggi bisa mendapatkan anggaran yang cukup dan merata.
Beasiswa untuk Mengatasi Putus Sekolah
Masalah berikut yang perlu segera ditangani adalah tingginya angka putus sekolah, terutama setelah jenjang SMP. Statistik menunjukkan bahwa 99 persen anak menyelesaikan pendidikan dasar, tetapi yang melanjutkan ke SMP hanya 97 persen, sedangkan yang sampai ke jenjang SMA turun drastis menjadi 76 persen saja.
“Begitu pun lulusan SMA yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, ternyata hanya 36 persen hingga 40 persen. Artinya kurang lebih 65 sampai 70 persen anak tidak mengenyam pendidikan tingkat SMA sampai dengan Perguruan Tinggi. Ini miris sekali,” tegas Mercy.
Selain itu, rata-rata lama sekolah di Maluku hanya mencapai 10 tahun. Ini berarti banyak anak putus sekolah setelah jenjang SMP. Faktor geografis seperti jarak antar pulau dan kesulitan ekonomi keluarga menjadi hambatan utama.
“Karena itu kita pastikan beasiswa untuk anak-anak dari jenjang SD, SMP, dan SMA terus ditingkatkan. Untuk jenjang perguruan tinggi, program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah juga kami dorong agar mencakup lebih banyak penerima,” ungkap Mercy.
Beasiswa Berkelanjutan untuk PT
Dalam kunjungan ini, Komisi X juga menegaskan pentingnya beasiswa berkelanjutan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Beasiswa KIP Kuliah, misalnya, dirancang untuk mendukung mahasiswa dari awal kuliah hingga lulus menjadi sarjana.
“Saya berharap proses seleksi penerima beasiswa ini benar-benar diprioritaskan untuk anak-anak miskin. Dengan demikian, akses mereka untuk menempuh pendidikan tinggi menjadi lebih terjamin,” ujar Mercy.
Beasiswa ini tidak hanya membantu mahasiswa secara langsung, tetapi juga mendukung perguruan tinggi dari sisi pendanaan. Banyak mahasiswa yang sering mengalami keterlambatan pembayaran uang semester karena kendala ekonomi keluarga. Hal ini menyebabkan mereka harus berhenti kuliah sebelum selesai.
Komisi X percaya bahwa jika langkah-langkah ini dilaksanakan dengan baik, generasi muda di Maluku, Papua, dan NTT memiliki peluang yang lebih besar untuk keluar dari lingkaran kemiskinan. Pendidikan yang berkualitas dapat mencetak anak-anak yang unggul dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Harapan kami sangat besar, jika semua ini berjalan lancar, kita bisa menciptakan generasi unggul dari wilayah timur Indonesia,” tutup Mercy. (JAY)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DIĀ GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



