HUT ke-23 Halmahera Selatan: Merawat Harapan, Menjaga Alam, Menata Masa Depan Saruma
Oleh sebab itu, paradigma pembangunan ke depan harus bergerak menuju ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.
Pemerintah daerah, dunia usaha, agama-agama, sekolah, dan masyarakat sipil (civil society) perlu bergandengan tangan menjaga ekosistem yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Halsel.
Tidak ada kemajuan ekonomi yang layak dibanggakan jika diwariskan bersama kerusakan lingkungan bagi generasi berikutnya.
Menatap Masa Depan Halmahera Selatan
Pada usia ke-23 tahun, Halmahera Selatan sedang berada pada persimpangan sejarah. Pilihannya jelas: menjadi daerah yang hanya mengejar pertumbuhan jangka pendek, atau menjadi kabupaten kepulauan yang maju, adil, lestari, dan berkelanjutan.
Masa depan Halsel tidak hanya ditentukan oleh pemerintah daerah, tetapi juga oleh seluruh elemen masyarakat. Pemuda, perempuan, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, pelaku usaha, nelayan, petani, dan diaspora Halsel memiliki tanggung jawab yang sama dalam membangun daerah ini.
Saruma harus menjadi lebih dari sekadar identitas. Ia harus menjadi gerakan bersama untuk membangun ekonomi yang inklusif, menjaga persaudaraan yang harmonis, dan merawat alam sebagai warisan suci bagi anak cucu.
Di usia yang ke-23, Halmahera Selatan layak berbangga atas berbagai capaian yang telah diraih. Namun lebih dari itu, Halmahera Selatan harus berani bermimpi lebih besar: menjadi kabupaten kepulauan yang bukan hanya maju secara ekonomi, tetapi juga unggul dalam kemanusiaan dan keberlanjutan.
Selamat Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan. Saruma untuk semua, Saruma untuk masa depan.(*)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



