Sejak 1986 sampai saat ini ia menjadi dosen FKIP UNIS Tangerang (Mata Kuliah Design Pembelajaran, dan Psikologi Perkembangan Peserta Didik). Begitu juga pada 1988-1990 menjadi Pembantu Dekan I, FKIP-UNIS Tangerang, 1990-993 menjadi Pembantu Dekan III, FKIP-UNIS Tangerang, 1993-1997 menjadi Pembantu Dekan I, FKIP-UNIS Tangerang. Sampai pada 1997-2001 Hudaya mengemban jabatan sebagai Dekan FKIP-UNIS Tangerang. Dari dunia pendidikan Latuconsina pun merambah dunia birokrasi.
Suatu talenta bagi orang-orang dari negerinya Pelauw, yang sejak dahulu kala dikenal memiliki keahlian dalam bidang birokrasi pemerintahan. Sejak 2001-2002 pada era Gubernur Provinsi Banten, Ratu Atut Chosiyah ia sudah dipercayakan menempati jabatan sebagai Kepala Sub Dinas Sarana Pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Lantas pada 2002-2006 menjadi Kepala Sub Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Dinas Pendidikan Provinsi Banten.
Selanjutnya pada 2006-2008 Hudaya menempati jabatan Kepala Bidang Diklat Manajemen Pemerintahan, Badan Diklat Provinsi Banten. Pada 2008-2012 bintangnya mulai bersinar, dimana ia dipercayakan sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten. Ditengah jabatan birokrasi tersebut ia pada 2007 dipercayakan sebagai Ketua Umum Yayasan Islam Syekh-Yusuf, yang masih dipeganggnya hingga saat ini.
Kepercayaan dalam bidang pendidikan tersebut karena Latuconsina sendiri ekspert bada bidang ini, dimana keserjanaannya tentang pendidikan dan karier awalnya adalah seorang guru. Setelah itu, sejak 2012-2014 ia mengemban jabatan sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Tatkala menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan tersebut, namanya pernah dinominasikan sebagai calon Sekretaris Daerah Provinsi Banten oleh Gubernur Banteng Ratut Atut.
Namun Hudaya belum bernasib baik, karena jabatan orang ketiga di Provinsi Banten itu dipegang oleh Muhadi. Pada 2014-2016 di era Gubernur Provinsi Banten ke-2 Rano Karno ia menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten. Meskipun ia gagal meraih top birokrasi di Provinsi Banten karier birokrasinya tetap bersinar, dimana ia menduduki jabatan politik sebagai Penjabat Bupati Banteng dengan syarat eselon tinggi.
Pada 28 Juli 2015 Gubernur Provinsi Banten, Rano Karno bertempat di Pendopo Gubernur Banten melantik Latuconsina sebagai Penjabat Bupati Kabupaten Serang. Jabatan ini diemban sejak 27 Juli 2015 hingga 17 Februari 2016. Hudaya adalah seorang guru SMA, yang sebelumnya tak pernah memiliki mimpi untuk menjadi Penjabat Bupati dikemudian hari, apalagi bukan di daerah asalnya, tapi semuanya karena kapasitas dan pengalaman yang dimilikinya.
Dua aspek itu, sehingga ia dipercayakan untuk mengemban jabatan orang nomor satu di Kabupaten Serang. Usai mengemban jabatan sebagai Penjabat Bupati Kabupaten Serang, Hudaya tak lantas purna bakti dari PNS, tapi sejak 2016-2017 ia dipercayakan kembali mengemban jabatan sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten. Inilah jabatan terakhir yang di dudukinya hingga ia pensiun sebagai PNS di provinsi yang bermotto Iman Takwa tersebut. (Pikiran Rakyat,2021,Wikipedia, 2023).
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



