
Hal ini menunjukan dalam 15 tahun, yakni sejak diselenggarakan Pemilu 2004, Pemilu 2019, dan Pemilu 2024 partai politik, yang dipimpin Jenderal Hor. Prabowo Subianto selalu bertengger pada posisi ketiga perolehan suara Pemilu secara nasional. (kompas.com, 2022, KPU RI, 2024, detik.com,2024).
Proyeksi Pemenang Pemilu 2029
Terlepas dari itu, dalam proyeksinya partai politik manakah yang akan memenangkan Pemilu 2029 mendatang ?. Hanya tiga partai politik, yang diproyeksikan memiliki peluang untuk memenangkan Pemilu 2029 mendatang.
Pertama, adalah Partai GERINDRA, sebagai partai yang tengah berkuasa akan menggunakan kekuatan negara (state), untuk memenangkan Pemilu 2029 nanti. Hal ini sebagai bekal untuk Prabowo Subianto mendapat tiket guna bertarung dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029, dengan tampil sebagai pimpinan partai koalisi, dengan target memenangkan Pilpres 2029 tersebut.
Kedua, adalah PDI Perjuangan, sebagai partai yang memenangkan empat kali Pemilu era Refromasi dan pasca Refromasi yakni, Pemilu 1999, 2014, 2019, dan Pemilu 2024 peluang PDI Perjuangan terbuka lebar untuk memangkan Pemilu 2029 mendatang.
Namun semuanya tergantung pada arena praktis yang mereka geluti, yakni oposisi terhadap Pemerintah yang berkuasa, dengan membela kepentingan publik warga masyarakat (wong cilk), sebagaimana haluan ideologinya selama ini. Sehingga mendapat tempat dihati warga masyarakat, untuk memilih partai ini dalam Pemilu.
Dapat dipastikan jika nanti PDI Perjuangan memenangkan Pemilu 2029, mereka akan tampil dalam Pilpres 2029 mendatang. Tapi tentunya dengan mengusung figur Calon Presiden (Capres)-Calon Wakil Presiden (Cawapres), yang berasal dari trah Soekarno maupun kaders PDI Perjuangan, yang memiliki popularitas sebagai modal untuk memenangkan Pilpres 2029 mendatang.
Meskipun demikian, jalan ke arah pemenangan tersebut, tidaklah mudah. Sebab berbagai dinamika ruwet secara internal dan eksternal, menghadapi masa transisi kepemimpinan ketua umumnya pasca kepemimpinan Megawati Seokarno Putri kelak.
Ketiga adalah Partai Golkar, sebagai partai politik warisan Orba yang kenyang pengalaman dalam panggung politik di Indonesia, dengan memenangi enam kali Pemilu era Orba yakni : Pemilu 1971, 1977, 1982, 1987, 1992 dan Pemilu 1997.
Begitu pun Partai Golkar memenangi satu kali Pemilu di era Reformasi yakni : Pemilu 2004. Sisahnya tampil sebagai runner up dalam lima kali Pemilu di era Reformasi dan pasca Reformasi yakni : Pemilu 1999, 2009, 2014, 2019, dan Pemilu 2024. Melihat statistik kemenangan tersebut, tentu Partai Golkar memiliki peluang untuk memenangkan Pemilu 2029 mendatang.
Walaupun demikian, tidak halnya dengan Pilpres 2029 mendatang, dimana Partai Golkar dipastikan akan tampil mengusung kadersnya sebagai Capres-Cawapres. Namun dalam dinamika politik, pada akhirnya partai politik, yang cikal bakalnya hadir dari kolaborasi gagasan tiga tokoh yakni : Soekarno, Soepomo dan Ki Hajar Dewantara di tahun 1940 lampau ini, akan berkoalisi untuk mengusung Capres-Cawapres dari partai politik lain. Hal ini berdasarkan pengalaman rill partai ini, yang tampil dalam Pilpres 2004, dimana mengusung Capres-Cawapres Wiranto-Salahuddin Wahid tapi kalah.
Begitu pula pada Pilpres 2009 mengusung Capres-Cawapres Jusuf Kalla-Wiranto juga kalah. Pada Pilpres 2014 Partai Golkar mengusung non kaders yakni, Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, namun lagi-lagi mengalami kekalahan.
Pada Pipres 2019 Partai Golkar beruntung, dimana meski tidak mencalonkan kadersnya, tapi sukses memenangkan Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Selanjutnya, pada Pilpres 2019 Partai Golkar mengusung non kaders yakni, Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dimana juga sukses meraih kemenangan.(*)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



