Dua Milenial Maluku Ikut Pertemuan Perempuan Indonesia 2022 di Jakarta
Sejarah mencatat banyak perempuan yang punya keterlibatan penting dalam perjalanan panjang bangsa Indonesia. Kontribusi mereka signifikan dalam membawa angin segar bagi lahirnya kemerdekaan bangsa.
Perjuangan fisik melawan penjajah telah mengabadikan nama-nama besar seperti, Laksamana Malahayati, Cut Nyak Dien, dan Cut Meutia dari Aceh, Martha Tiahahu dan Monia Latuarima dari Maluku, Nyi Ageng Serang dari Jawa tengah dan Walanda Maramis dari Sulawesi Utara.
Dalam pergerakan nasional pun muncul nama-nama seperti Rasuna Said, Trimurti dan sejumlah perempuan lainnya. Sejarah pun mencatat ada tiga kongres perempuan digelar di masa penjajahan, berhasil mempengaruhi kebijakan kebijakan pemerintah Belanda.

Semua adalah catatan keterlibatan kaum perempuan yang jejaknya patut diikuti oleh generasi perempuan hari ini. Kongres Perempuan kali sejatinya melanjutkan Kongres Perempuan Indonesia yang pernah dilakukan pada tahun; 1928, 1935, 1938.
Adapun kongres atau pertemuan perempuan kali ini, dua Milenial asal Maluku turut menjadi peserta termuda. Yakni Cantika Muhrim dari Moluccas Democratization Watch (MDW) yang masuk dalam komisi pendidikan, ekonomi dan kesehatan serta Christina Rumahlatu dari Maluku Crisis Center (MCC), yang ikut dalam komisi masyarakat adat, lingkungan dan marginal.
Sejumlah rekomendasi kongres atau Pertemuan Perempuan Indonesia 2022 akan disampaikan pada berbagai pihak terkait, guna mendorong perbaikan dan perjalanan bangsa ke arah yang lebih baik. Menjadi kontribusi penting perempuan di era kekinian.(*/TIA)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



