Nasional

Dari Eksplorasi Afro Beat hingga Cerita Anak Kompleks yang Penuh Makna

Perjalanan Muria dan Lagu “Brangkat”

Lebih jauh lagi, Muria dan musisi Maluku dari berbagai wilayah baik di Indonesia maupun di Belanda juga punya rencana besar membuat album kompilasi. “Katong mau gabung. Bikin sesuatu yang bisa jadi jembatan.”

Cara Menulis yang Tidak Biasa

Proses kreatif Muria juga cukup unik. Ia tidak menulis lagu dalam satu waktu. “Beta tulis lirik itu putus-putus,” katanya. “Hari ini tulis sedikit, nanti sebulan baru lanjut lagi.”

Metode ini membuat setiap baris lirik terasa padat. Tidak ada yang benar-benar kosong. “Semua ada muatan. Walaupun penyampaiannya lebih santai, tidak sepadat project sebelumnya.”

Hasilnya adalah lagu yang tetap ringan di telinga, tapi punya kedalaman saat didengarkan lebih jauh.

Muria sadar bahwa dunia musik terus berubah. Dan untuk bisa bertahan, ia perlu menyesuaikan diri. “Sekarang memang harus adaptasi,” katanya. “Bukan ikut arus, tapi cari cara supaya karya bisa sampai ke lebih banyak orang.”

“Brangkat” jadi salah satu bentuk kompromi yang cerdas. Lebih ringan, lebih mudah diterima, tapi tetap punya identitas yang kuat.

Di tengah semua proses ini, Muria mengambil keputusan yang cukup ekstrem menghapus tujuh lagu yang sudah siap jadi album.

“Sudah siap, tapi beta hapus semua,” katanya. Alasannya sederhana tapi dalam “Karena terlalu Muria.” Ia tidak ingin terjebak di gaya lama. Ia ingin berkembang.

Dari beberapa lagu yang ia buat di awal tahun 2026, “Brangkat” jadi satu-satunya yang dipilih untuk dibuatkan video klip. “Karena menurut beta ini paling kece secara visual,” ujarnya. “Dan bisa memperpanjang umur lagu.”

Visual, bagi Muria, bukan sekadar pelengkap. Tapi cara untuk memperjelas pesan. “Semakin kuat visualnya, semakin orang bisa tangkap apa yang beta pikir.”


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3 4Next page

Berita Serupa

Back to top button