Cerita-cerita Lucu dan Menarik dari Musik
Not angka tanpa titik
Suatu ketika seorang penulis lagu menuliskan sebuah lagu dalam notasi angka, pada secarik kertas yang ia dapatkan di jalan. Kertas itu agak kumal dan tidak bersih.
Ia segera mengambil kertas tersebut, karena ide menulis lagu yang muncul secara mendadak. Ia segera menuangkan ide lagu tadi kedalam secarik kertas tersebut.
Lagu tersebut dipersiapkan untuk menjadi lagu wajib pada sebuah perlombaan menyanyi solo. Seiring dengan berjalannya waktu, panitia perlombaanpun meminta lagu tersebut untuk dicopy, karena akan segera disebarkan kepada peserta.
Ketika itu sang penulis lagu tersebut sedang berada di luar daerah untuk jangka waktu yang cukup lama, dan meninggalkan kertas lagu tersebut pada ruang kerjanya di rumah.
Akhirnya dengan tergesa-gesa lewat telepon, ia memintakan istrinya untuk menuliskan lagu tersebut dengan lebih rapi pada sebuah kertas. Pada waktu itu, komunikasi dijital canggih seperti WA dan SMS dan lain-lain belum ada seperti sekarang ini.
Sang istri dengan bangganya menuliskan lagu tersebut kembali dengan hanya meniru apa yang suaminya tuliskan. Kemudian lagu tersebut diserahkan kepada panitia perlombaan karena lomba dalam beberapa hari lagi akan segera dimulai.
Namun apa yang terjadi? Karena kertas yang dipakai sebelumnya agak kumal dan kotor maka bagian yang kotor pada kertas tersebut dianggap sebagai titik dan bagian dari notasi yang ditulis.
Masalah titik pada umumnya dianggap sepele. Ternyata titik di dalam musik bisa menggambarkan perbedaan oktaf atau tinggi rendahnya nada, titik dibawah berarti nada rendah. Sedangkan titik di atas berarti nada lebih tinggi.
Titik juga menggambarkan harga atau nilai not, berhubungan dengan panjang pendeknya sebuah nada dibunyikan.
Maka anda bisa membayangkan bentuk lagu jadinya seperti apa? Sang penulis lagupun tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
Ketika sang penulis lagu kembali dari luar daerah, panitia dan peserta memberikan respon yang positif sekali tentang lagu. Lagu ini dianggap berkualitas karena memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi.
Sang penulis lagu tersenyum simpul dan bangga. Sang istripun tidak kalah bangganya dengan apa yang telah dia lakukan yakni telah membantu suami tercinta dan minimal sudah bisa menulis lagu.
Contoh melodi awal lagu
Seorang gitaris melodi pria pada sebuah band, jatuh cinta kepada seorang wanita yang berfungsi sebagai vokalis utama bandnya.
Vokalis wanita senang membawakan lagu-lagu pop yang enak didengar (easy listening). Namun yang tidak umum adalah selalu memintakan gitaris, untuk membunyikan melodi awal dari lagu yang akan dinyanyikan, terutama untuk lagu-lagu yang baru pernah dia bawakan.
Setelah mendengarkan beberapa not melodi awal lagu, vokalis dengan mudah mendapatkan nada dasarnya.
Pada suatu kesempatan pertunjukkan, gitaris melodi ini berketetapan hati untuk mengungkapkan rasa cintanya kepada sang vokalis, yang memang selama ini sudah dipendam.
Singkat cerita: di belakang panggung pertunjukkan, gitaris mengatakan rasa cintanya dengan optimisme dan ungkapan perasaan yang tinggi.
Namun apa mau dikata, sang vokalis cantik ini menolak mentah-mentah ungkapan hati yang disampaikan gitaris. Sang gitaris sangat terpukul dan patah hati. Namun sebagai musisi profesional show must go on.
Praharapun terjadi di panggung, ketika vokalis wanita ini memintakan gitaris untuk membunyikan melodi awal lagu. Maka dengan tenang seperti tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya, sang gitaris memetik melodi awal lagu dengan melodi yang dia naikkan 1 oktaf.
Anda bisa bayangkan? Penonton sudah bertepuk-tangan, vokalis harus tetap melaksanakan tugasnya. Dengan suara melengking dan energi penuh, vokalis berusaha menyelesaikan lagu pembuka dengan susah payah.
Dia berteriak sekeras-kerasnya untuk mengatasi not demi not di panggung pertunjukkan.
Nah, bagaimana dengan lagu-lagu berikutnya? Ternyata pertunjukkan harus dihentikan karena si vokalis kehilangan suara.
Cerita ini sebenarnya lebih tepat sebagai drama balas dendam bukan lucu. Karena diperlukan terapi suara hingga operasi pita suara, untuk bisa mengembalikan kondisi pita suara menjadi seperti semula.(*)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



