potretmaluku.id – Ambon Music Office (AMO) kembali mengambil peran sentral dalam jejaring global UNESCO Creative Cities Network (UCCN) kategori Kota Musik.
Direktur AMO, Ronny Loppies, yang juga menjabat Regional Ambassador untuk Kota Musik UNESCO se-Asia Pasifik dan Focal Point Ambon UNESCO City of Music, memimpin pertemuan daring yang dihadiri perwakilan sejumlah kota musik kawasan tersebut pada Jumat, 10 Oktober 2025.
Pertemuan ini mempertegas posisi Ambon, yang dikenal sebagai ‘Kota Musik’, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga sebagai motor penggerak inisiatif kreatif di regional Asia Pasifik.
Kehadiran perwakilan dari Auckland, Hamamatsu, Daegu, Tongyeong, Ipoh, hingga Suphanburi menunjukkan tingginya perhatian terhadap agenda yang diusung oleh Ambon.
Dalam pertemuan ini, Loppies menekankan bahwa proyek-proyek yang digulirkan oleh UCCN wajib mencerminkan semangat Deklarasi Mondiacult 2025.
Deklarasi ini, yang menjadi panduan global terbaru bagi sektor kebudayaan, mendorong agar budaya diposisikan sebagai landasan utama pergerakan pembangunan kota yang berkelanjutan.
Loppies secara spesifik menyebutkan perlunya strategi yang memperkuat citra atau brand kota secara menyeluruh, yang mensyaratkan kolaborasi erat dan keterlibatan aktif dari pemerintah kota dan berbagai otoritas lokal lainnya, bukan sekadar tugas bagi kantor kebudayaan semata.
Lebih lanjut, Loppies menggarisbawahi pentingnya Kota Musik UCCN memanfaatkan jejaring ini untuk mendorong inovasi dan pertukaran praktik terbaik.
“Musik bukan hanya hiburan, tapi sebuah katalis ekonomi dan sosial. Dengan menyelaraskan program kota kita dengan Mondiacult, kita memastikan bahwa hasil dari sektor musik memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Loppies.
Ia berharap, melalui sinergi ini, kota-kota musik di Asia Pasifik dapat menjadi contoh global dalam mengintegrasikan kebudayaan dalam kebijakan publik.
Diskusi ini menjadi krusial menjelang pengumuman penetapan kota-kota baru UCCN yang akan dilaksanakan pada 31 Oktober 2025 mendatang.
Koordinator UCCN mengingatkan agar semua informasi dan foto terkait program, festival, panggilan partisipasi, atau konferensi segera dikirimkan kepada sekretariat UCCN untuk diunggah ke situs web resmi jejaring, menjamin keterpaduan informasi.
Kota-kota anggota lama pun didorong untuk segera menjalin kerja sama dengan kota-kota yang baru ditetapkan, demi memperkuat solidaritas dan sinergi jejaring secara keseluruhan.
Pertemuan tersebut diikuti secara daring oleh sejumlah perwakilan, termasuk Koordinator Kota Musik UCCN Jacob Wagner, Joe Hay (Auckland), Ryo Matsuo (Hamamatsu), Inkie Kim (Daegu), Eunhee Shin (Tongyeong), Nur Hanim (Ipoh), Nithakan dan Jeab Yodkwan (Suphanburi), serta Pierre Ajawaila dari Ambon Music Office.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



