potretmaluku.id – Industri musik Indonesia tengah bersiap menghadapi diskusi strategis yang akan membahas masa depan pengelolaan karya musik bernotasi di tanah air.
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menjadi tuan rumah forum penting yang mengundang berbagai stakeholder kunci dari industri musik nasional.
Plt. Deputi Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Ofy Sofiana, Kamis, 11 September 2025, telah mengirimkan undangan kepada sejumlah tokoh musik terpilih untuk berpartisipasi dalam diskusi yang dinilai krusial bagi perkembangan industri musik Indonesia.
Forum ini menjadi platform strategis untuk membahas standardisasi internasional dalam pengelolaan karya musik.
Kehadiran berbagai representasi dari lembaga pemerintah, praktisi musik, hingga industri rekaman menunjukkan keseriusan dalam membangun ekosistem musik yang lebih terorganisir dan terlindungi secara hukum.
Focus Group Discussion Strategis tentang ISMN
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia akan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Urgensi ISMN dalam Pengelolaan Karya Musik” pada Senin, 22 September 2025, pukul 09.00-12.00 WIB di Ruang Sidang Perpusnas, Jl. Salemba Raya No. 28A, Jakarta Pusat.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pusat Bibliografi dan Pengolahan Bahan Perpustakaan ini bertujuan memperkuat perlindungan dan promosi karya musik bernotasi di Indonesia.
ISMN (International Standard Music Number) merupakan sistem penomoran internasional untuk publikasi musik cetak, serupa dengan ISBN untuk buku.
Forum ini menjadi momentum penting bagi industri musik Indonesia untuk menyelaraskan diri dengan standar internasional dalam dokumentasi dan perlindungan karya musik. Diskusi diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk implementasi ISMN secara nasional.
Salah satu undangan yang menarik perhatian adalah kehadiran Ronny Loppies dari Ambon Music Office. Keikutsertaan direktur lembaga musik dari Maluku ini menunjukkan pengakuan terhadap peran musik daerah dalam industri musik nasional.
Ambon Music Office yang dipimpin Loppies selama ini dikenal aktif dalam pengembangan dan promosi musik Maluku, baik secara lokal maupun nasional. Kehadirannya dalam forum ini diharapkan dapat mewakili suara musik daerah dalam diskusi tentang standardisasi pengelolaan karya musik.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



