Maluku Tenggara

Bupati Maluku Tenggara Serahkan SK 428 PPPK, Soroti Penurunan DAU 2026

potretmaluku.id – Bupati Maluku Tenggara menyerahkan SK PPPK kepada 428 tenaga honorer, namun menyoroti menurunnya Dana Alokasi Umum di 2026.

Penyerahan SK berlangsung di Langgur, Kamis (2/10/2025), dalam suasana haru ketika Bupati Muhamad Thaher Hanubun mengajak seluruh peserta mendoakan satu calon PPPK yang meninggal sebelum menerima SK.

“Dari 429 orang, ada satu yang telah mendahului kita. Semoga beliau ditempatkan di sisi Tuhan dengan sebaik-baiknya,” ujar Thaher dengan suara bergetar.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa status PPPK adalah amanah negara yang harus dijalankan dengan dedikasi tinggi, baik di OPD maupun di tingkat kecamatan.

Ia meminta pegawai baru untuk menghindari perilaku merugikan negara dan daerah, serta memaksimalkan keterbatasan anggaran demi kepentingan masyarakat.

Pengangkatan 428 PPPK ini, kata Thaher, merupakan hasil perjuangan panjang sejak 2023. Ia menjadi salah satu kepala daerah yang vokal menyuarakan pengangkatan tenaga honorer dalam forum Bupati se-Indonesia di Bogor.

Namun, di tengah euforia penyerahan SK, Bupati juga mengingatkan tantangan fiskal yang tengah dihadapi Maluku Tenggara. Dana Alokasi Umum diproyeksikan menurun dari lebih dari Rp1 triliun menjadi Rp800 miliar tahun ini, dan diperkirakan hanya tersisa Rp600 miliar pada 2026.

“Jika sebagian besar habis untuk gaji pegawai, lalu pembangunan mau pakai apa,” ujarnya. Ia menilai target pemerintah pusat agar belanja pegawai ditekan 30 persen dan belanja pembangunan dinaikkan 70 persen pada 2027 sulit dicapai dalam kondisi fiskal saat ini.

Meski demikian, Bupati berharap PPPK baru menjadi motor perubahan birokrasi, meningkatkan efisiensi, dan mendorong produktivitas aparatur daerah. Penempatan pegawai akan disinergikan dengan program Asta Cita Presiden, termasuk Makanan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih.

Thaher menekankan komitmennya memperjuangkan nasib tenaga honorer di tingkat nasional. “Desakan agar tenaga honorer diangkat menjadi ASN bukan tanpa alasan. Itu karena jasa pengabdian dan pengorbanan yang mereka berikan demi kemajuan bangsa,” tutupnya.(TIA)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button