AmboinaEkonomi & BisnisGaya HidupMaluku

Bos Mansur Raup Miliaran Rupiah di Tahun Anggaran 2024

potretmaluku.id – Pemerintah Provinsi Maluku telah melunasi utang pihak ketiga kepada sejumlah pengusaha penyedia jasa kontruksi dan jasa pengadaan barang tahun anggaran 2024.

Pencairan kepada sejumlah pengusaha itu dilakukan terhadap proyek-proyek yang terdapat di sejumlah instansi pemerintah Provinsi Maluku dilakukan pada Medio Maret-April 2025.

Pencairan dilakukan sejak 6 Mei 2025 kemarin. Dari deretan daftar hutang yang dilunasi Pemerintah Provinsi Maluku, satu yang menarik yakni perusahaan-perusahaan milik Mansur Banda, salah satu kontraktor tajir di Maluku.

Terdapat empat paket proyek yang dilunasi oleh Pemprov Maluku, yang dikerjakan empat perusahaan berbeda yang diketahui milik Bos Mansur.

Sementara itu, dari penelusuran redaksi, selama tahun 2024, empat perusahaan itu telah menggarap sejumlah proyek lainnya dan menempatkan posisi keuntungan cukup signifikan.

Sebab pekerjaan-pekerjaan yang dimenangkan di masa lelang di tahun 2024, bernilai miliaran rupiah. Sebut saja, CV. Nusantara Jaya, di tahun 2024, yang mengerjakan paket proyek pembangunan pengaman pantai Desa Wakal dengan nilai proyek Rp5,1 miliar.

Kemudian, CV Anugerah Tunas Lestari yang mengerjakan empat paket proyek senilai Rp3,3 miliar. Nilai terbesar diantaranya yakni proyek pembangunan Tambatan Perahu Waimital di Kabupaten Maluku Tengah, dengan total Rp1,9 miliar.

Selanjutnya, CV. Minisi Abadi Karya perusahaan yang beralamat di Kota Masohi ini juga dikabarkan bagian dari grup usaha Bos Mansur, yang pada tahun 2024, sukses menggarap proyek dengan akumulasi dari lima proyek tersebut mencapai kurang lebih Rp10 miliar.

Pagu proyek terbesar yang dikerjakan perusahaan ini yakni rehabilitasi sarana prasarana SMA Negeri 18 Maluku Tengah, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp5 miliar.

Tak kalah menarik, paket proyek yang sukses dikerjakan CV. Putra Palindo Jaya dengan nilai cukup fantastis. Jika diakumulasikan, anggaran untuk lima paket proyek yang dimenangkan melebihi Rp10 miliar di tahun 2024.

Perusahaan ini sempat tersandung masalah dalam proyek penataan kawasan Desa Nusantara Kecamatan Banda, Maluku Tengah.

Dan terakhir adalah CV. Keisza Al Barokah, yang beralamat di BTN Kanawa. Perusahaan tersebut di tahun 2024 menggarap proyek dengan akumulasi nilai mencapai Rp12 miliar. (SAH)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button