Pendapat

Bekerja di Radio Bukan Hanya Jadi Penyiar

Oleh: Rusdin Tompo (Koordinator Satupena Provinsi Sulawesi Selatan)


Saya mulai bekerja di radio awal 1994. Bekerja di Radio Venus, yang saat itu masih bersiaran di frekuensi AM 1152 Khz. Secara akademik, skripsi saya memang juga tentang radio. Judulnya, “Perjanjian Jasa Iklan Melalui Radio FM”. Ini kajian hukum keperdataan. Saya alumni 1992, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas).

Gelombang FM merupakan tren baru radio siaran di Makassar, saat itu. Radio Madama FM, Radio Sonata FM, dan Radio Mercurius FM, merupakan stasiun radio yang awal bersiaran di jalur FM. Frekuensi FM ini lebih jernih dibanding AM. Tidak terjadi interferens bila ada dua radio yang siaran berdekatan. Demikian beberapa kelebihan bila bersiaran di jalur FM.

Tempat penelitian saya di Radio Mercurius FM, saat itu masih di Jalan Bonto Marannu, dan Radio Sonata FM, yang studionya di sudut Jalan Haji Bau-Jalan Jenderal Sudirman, Makassar. Saya pendengar radio yang selalu stay tune pada frekuensi radio yang saya gemari. Minat dan ketertarikan saya itu yang jadi alasan saya menyusun tugas akhir terkait radio.

Di luar RRI, ada beberapa stasiun radio pernah lekat dalam pendengaran. Di tahun 1988, saya sering ke Radio Gandaria, di Jalan Buru, membacakan puisi-puisi saya dalam acara “Yamuyaka” (yang muda yang berkarya). Pernah rutin mendengar acara “Bosara’na Sentosa” (Radio Sentosa, sekarang SPFM), yang dibawakan Baso Kaca, nama udara Daeng Liwang. Daeng Liwang ini nanti populer dengan nama Adi Gamajaya, setelah bersiaran di Radio Gamasi FM.

Setelah itu saya menggemari acara tangga lagu Indonesia populer di Radio Telstar, yang diasuh Michael Manumpil. Radio ini merupakan mitra Radio Prambors, Jakarta. Lewat Radio Telstar, saya mengikuti Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) Prambors & Coca-Cola, 1988/1989. Salah satu lagu yang masuk dalam Dasa Tembang Tercantik LCLR, saat itu, adalah “Jujur” karya RH Bramantio W, dinyanyikan Bram Moersas.

Radio Mercurius merupakan stasiun radio berikutnya yang rutin saya dengar, mulai pagi hingga siaran “Lintas Kelam”, yang merupakan program acara terakhir radio itu, setiap malam. Dari rutin mendengar Mercurius FM, akhirnya saya memilih menjadikan radio sebagai objek penelitian saya, dalam rangka penyusunan skripsi.

Ketika mendaftar di Radio Venus, ada lebih 100 pelamar, tapi seleksi berjenjang hanya menyisakan beberapa orang. Selain saya, ada Basman, Rory, Gita, dan Nita. Materi tesnya, selain membuat naskah siaran (opening dan closing siaran), juga praktik siaran. Materi vokal saya diakui cocok untuk bersiaran, tapi gaya bicara saya kurang spontan untuk seorang penyiar. Terlalu lama mikir hehehe.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

1 2Next page

Berita Serupa

Back to top button