Pendapat

Badaruddin Amir dan Buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia

PENDAPAT

Saya, dalam diskusi yang dikerjasamakan dengan Balai Senator DPD RI itu, bertugas sebagai moderator. Jadi saya fokus dan sedikit sibuk karena mesti memastikan acara berlangsung lancar.

Balai Senator ini adalah sebutan untuk lembaga dari Bapak Dr H Ajiep Padindang, SE, MM yang menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, periode 2014-2019.

Ajiep Padindang yang punya komitmen memajukan kesenian dan kebudayaan, nanti terpilih kembali sebagai senator asal Sulawesi Selatan di Senayan untuk periode kedua (2019-2024).

Bisa jadi, dari kegiatan di Makkareso itu Badaruddin Amir merekeng saya. Apalagi dia bisa melihat semua aktivitas saya di beranda FB. Demikian simpulan pikiran saya yang ke-GR-an hehehe.

Era Makkareso, harus diakui menjadi titik awal saya masuk dalam lingkaran kesenian. Meski seni selalu jadi bagian dari metode saya dalam membangun kesadaran kritis bersama anak-anak di dunia NGO. Namun brand saya sebagai pemerhati isu anak lebih menonjol dibanding kegiatan seni, khususnya sastra.

Bagaimana tidak. Di Makkareso, kami bikin acara baca puisi kemudian mempostingnya di Facebook. Tentu saja, baca puisi dengan hidangan kopi dan pisang goreng. Sesekali dengan menu bakso dan jalangkote. Nyaris sore tidak dibiarkan lewat begitu saja tanpa acara baca puisi.

Salah satu acara pembacaan puisi itu kami beri nama “Sajak-Sajak Merdeka”, guna memperingati HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2016. Kami juga tour ke STKIP YAPTI, Jeneponto, menggelar “Jappa-Jokka Makkareso” dengan mengadakan pembacaan puisi di halaman kampus, di bawah rimbun rumpun bambu.

Semangat Makkareso menghidupkan kegiatan sastra, membuat kami mengadakan macam-macam acara. Peluncuran dan diskusi buku penyair M Amir Jaya, bahkan dua kali diadakan. Selain yang sudah saya ceritakan tadi, ada pula diskusi buku kumpulan cerpennya.

Pada tanggal 26 September 2016, lagi-lagi kami keluar markas, menggelar diskusi novel La Galigo karya Idwar Anwar di Graha Pena, atas dukungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan.

DPK Provinsi Sulawesi Selatan juga menjadi mitra kami saat mengadakan Peringatan “1 Tahun Kepergian Rahman Arge”. Untuk mengenang aktor dan penulis kawakan ini, Makkareso mengadakan lomba baca puisi, esai, dan sketsa wajah Rahman Arge.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2 3Next page

Berita Serupa

Back to top button