Langkahku terus melaju
Meski dalam kepayahan
Aku tidak akan berlutut di bawah keputusasaanku
Keyakinanku
Menuntunku berjalan terus menuju harapan
Di sana ada Gunung Nona berdiri
Pesonanya yang indah menyambutku
Entah berapa sentimeter lebar senyumku membalasnya
Aku bukan to Mellao ri Langi
Dengan wajah sangat tampan dan kulit putih bersih
Diyakini rakyat kala itu datang dari langit
Aku hanya hamba
Datang dengan cinta
Mengagumi ciptaan-Nya
Pada Gunung Nona nan indah menjulang tinggi
Serupa cintaku
Ikut menjulang ke atas langit biru
Meski tanpa penyangga
Di sini aku penyaksi:
Nikmat Tuhan tiada dapat disanggah
Enrekang, 6 Februari 2022
Penulis: Rahman Rumaday, lahir di Sera, Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timu, Provinsi Maluku, 4 Agustus 1986.
Penulis merupakan pendiri Komunitas Anak Pelangi (K-APEL) Makassar, dan beberapa komunitas yang mendorong kepedulian pada sesama. Penulis sudah menerbitkan buku berjudul, “Perpustakaan Lorong Kelurahan Parang Tambung” (2020), “Green Tea dan Bunga” (Spiritualitas, Cinta, dan Kepedulian) (2020) dan “Maharku Pedang dan Kain Kafan” (2021).
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



