Amboina

Jukulele Maluku Warnai Festival Indonesia di Melbourne

potretmaluku.id – Bunyi jukulele dan tifa mengiringi penampilan kelompok Maluku Basudara Melbourne dalam Festival Indonesia 2026 di Federation Square, Melbourne, Australia, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. 

Mereka membawakan sejumlah lagu Ambon dalam pergelaran yang menampilkan seni budaya dan produk Indonesia tersebut.

Kelompok yang dipimpin Ina Siwabessy itu tampil bersama Nico Tulalessy, koordinator Moluccan Jukulele sekaligus pendiri Amboina Jukulele Kids Community.

Dalam pertunjukan tersebut, sejumlah penyanyi membawakan lagu Blue Amboina Bay, Amboina Son, dan Nantikanlah Beta Maluku. Mereka adalah Cornelia Patiasina, Deny Pasanea, Stefany Patinama, Pitje Tahitu, dan Aci Silooy dari Sanggar Booyratan Amahusu.

Penampilan mereka diiringi para pemain jukulele, antara lain Marthin Nanere, Pdt. Noke Patiasina, dan Ina Siwabessy, bersama pemain jukulele keturunan Maluku yang bermukim di Melbourne.

Nico mengatakan keikutsertaan dalam festival tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan musik Ambon kepada pengunjung dari berbagai negara.

“Ini momen penting bagi Beta dan Maluku Basudara Melbourne karena kami bisa menampilkan lagu-lagu Ambon,” kata Nico.

Festival Indonesia 2026 berlangsung di Federation Square dengan menghadirkan pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), makanan khas Indonesia, serta pertunjukan seni dan musik tradisional dari berbagai daerah.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana promosi kebudayaan dan produk Indonesia di Melbourne, yang dikenal sebagai tujuan pendidikan dan wisata internasional.

Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk negara bagian Victoria, Yohaness Djatmiko, turut menghadiri pergelaran tersebut bersama Pejabat Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya (Pensosbud), Silvany.

Nico berharap penampilan tersebut dapat membuka peluang kerja sama kebudayaan antara Maluku dan Australia. Ia mengusulkan program Cultural Synergy Maluku–Australia untuk memperkuat hubungan kedua pihak melalui sektor budaya.

Ia juga berharap Kementerian Kebudayaan mendukung kelompok-kelompok musik tradisional Maluku agar dapat tampil dalam berbagai acara internasional.

Menurut Nico, kesempatan tampil di panggung internasional dapat membantu memperkenalkan musik tradisional Maluku kepada khalayak yang lebih luas sekaligus memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Australia.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis :
Editor :

Berita Serupa

Back to top button