Pendapat

Senja di Pante Halong: Menikmati Wajah lain Ambon di Teluk Baguala

PENDAPAT

Oleh: Yeni Krisna* 


Ada momen-momen sederhana yang menetap lama dalam ingatan. Sore itu, ketika menginjakkan kaki di Pante Halong, saya menemukan salah satunya. Matahari perlahan turun di ufuk Teluk Ambon, menumpahkan warna jingga ke permukaan laut. 

Di tengah kesibukan kota, senja seolah memberi jeda: waktu untuk duduk, memandang laut, dan menikmati hal-hal kecil yang sering terlewatkan.

Perjalanan menuju Pante Halong menjadi pembuka yang menyenangkan. Pantai yang berada di kawasan Lantamal IX, tepatnya di Jalan Kapten Pierre Tendean, Negeri Halong, Kecamatan Baguala, ini relatif mudah dijangkau dari pusat Kota Ambon.

Begitu memasuki kawasan wisata, sebuah tugu besar bertuliskan “Pante Halong” menyambut pengunjung. Huruf-huruf kapital berwarna putih dengan aksen merah itu berdiri mencolok di atas panggung berlapis batu alam. 

Tugu tersebut menjadi penanda kedatangan, sekaligus titik awal untuk menikmati suasana pesisir yang lebih santai.

Salah satu daya tarik Pante Halong adalah akses masuknya yang gratis. Tidak ada tiket masuk yang perlu dibayar. Hamparan tanah berpasir dan berumput terbuka bagi siapa saja yang ingin singgah, duduk, atau sekadar merebahkan diri sambil memandang laut.

pante halong

Jajanan yang Menggoda Selera

Di tepi pantai, deretan gazebo beratap seng berwarna jingga kemerahan berbaris menghadap laut. Bangunan kayu sederhana itu memang tidak menawarkan kemewahan, tetapi cukup menjadi tempat berteduh bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana pantai. Gazebo-gazebo tersebut dapat digunakan secara gratis.

Di bawah naungan pohon-pohon kelapa yang menjulang dan bergoyang diterpa angin laut, keluarga-keluarga duduk melepas penat. Ada yang berbincang, ada yang menikmati makanan, ada pula yang memilih diam sambil memandangi teluk.

Di tempat seperti ini, daya tarik pantai tidak semata-mata terletak pada pemandangannya. Kebersamaan, yang tumbuh di antara orang-orang yang datang bersama keluarga atau teman, menjadi bagian dari suasana yang ditawarkan Pante Halong.

Dari kejauhan, bukit-bukit hijau mengelilingi teluk dan membingkai pemandangan. Permukaan air yang relatif tenang memantulkan perubahan warna langit. Sesekali kapal dan perahu nelayan melintas, menambah denyut kehidupan di kawasan pesisir ini.

Tak jauh dari gazebo, deretan warung dan lapak pedagang menawarkan beragam pilihan makanan. Spanduk-spanduk berwarna mencolok memperlihatkan menu yang beraneka ragam, mulai dari sajian bergaya warung tegal dan angkringan, gorengan hangat, rujak segar, hingga makanan kekinian yang digemari anak muda.


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

1 2 3Next page

Berita Serupa

Back to top button