Kadar Ozon Ambon Lampaui Baku Mutu, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai
potretmaluku.id- Udara Kota Ambon perlu mendapat perhatian setelah konsentrasi ozon permukaan terukur 178 mikrogram per meter kubik pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Angka itu melampaui ambang yang ditetapkan sebesar 150 mikrogram per meter kubik.
Pengukuran dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon pada pukul 12.00 WIT. Kondisi tersebut terjadi ketika sejumlah wilayah Pulau Ambon diselimuti kabut asap akibat kebakaran lahan di tengah kemarau yang masih berlangsung.
Kepala DLHP Kota Ambon Apries B. Gasperzs mengatakan peningkatan kadar ozon perlu diwaspadai masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas di luar ruangan. Menurut dia, paparan ozon dapat memicu gangguan pada saluran pernapasan.
“Tingginya kadar ozon ini perlu kita waspadai bersama karena berpotensi memicu gangguan kesehatan seperti iritasi saluran pernapasan, batuk, sesak napas, hingga serangan asma dan bronkitis,” kata Apries, Sabtu malam.
Meski kadar ozon melewati baku mutu, DLHP menyatakan sejumlah parameter pencemar udara lainnya masih berada di bawah batas yang diperbolehkan. Parameter tersebut antara lain PM2.5, PM10, sulfur dioksida (SO₂), karbon monoksida (CO), dan nitrogen dioksida (NO₂).
DLHP meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk. Anak-anak, lanjut usia, serta warga dengan gangguan atau kerentanan saluran pernapasan diminta mendapat perhatian lebih.
Anjuran itu penting karena ozon di permukaan tanah berbeda dengan ozon di lapisan atmosfer yang melindungi bumi dari radiasi ultraviolet. Ozon yang terhirup dapat mengiritasi saluran pernapasan, menurunkan fungsi paru-paru, dan memperburuk gejala asma.
Risiko meningkat ketika seseorang melakukan aktivitas fisik berat di luar ruangan karena volume udara yang dihirup menjadi lebih banyak.
Kemarau dan Aktivitas di Luar Ruangan
Kondisi udara Ambon saat ini juga perlu dilihat bersama dengan situasi cuaca dan aktivitas masyarakat di wilayah pesisir.
BMKG menyediakan pemantauan cuaca maritim untuk Perairan Pulau Ambon – Lease yang mencakup kondisi cuaca, suhu, kelembapan, angin, gelombang, dan arus. Informasi tersebut penting bagi warga yang bekerja atau beraktivitas di laut maupun kawasan pesisir.
Pada saat kualitas udara memburuk, warga sebaiknya tidak hanya memperhatikan kondisi langit atau jarak pandang.
Paparan polutan tidak selalu terlihat secara kasatmata. Pemantauan kualitas udara dan informasi cuaca dapat menjadi dasar untuk menentukan waktu serta intensitas aktivitas di luar ruangan.
Kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran lahan. Karena itu, DLHP meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah, lahan, pekarangan, maupun sisa pertanian secara terbuka.
“Kami melarang keras warga melakukan pembakaran sampah, lahan, pekarangan, maupun sisa pertanian secara terbuka, karena tindakan tersebut sangat memperburuk kualitas udara,” kata Apries.
Tips Menjaga Kesehatan Saat Kadar Ozon Tinggi
Paparan ozon dapat dikurangi dengan membatasi waktu dan intensitas aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara tidak sehat. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) juga merekomendasikan pengurangan aktivitas luar ruang ketika kadar ozon tinggi, terutama bagi kelompok yang lebih rentan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan:
1. Kurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan.
Hindari olahraga berat, berlari, atau pekerjaan fisik dalam waktu lama di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
2. Batasi durasi berada di luar rumah.
Jika tidak ada keperluan mendesak, pilih aktivitas di dalam ruangan ketika kualitas udara sedang buruk.
3. Perhatikan kelompok rentan.
Anak-anak, lansia, penderita asma, serta orang dengan penyakit paru perlu lebih berhati-hati terhadap paparan ozon.
4. Gunakan masker saat harus keluar.
DLHP Kota Ambon menyarankan warga yang terpaksa beraktivitas di luar menggunakan masker yang sesuai sebagai salah satu langkah perlindungan dari paparan polutan.
5. Pantau informasi kualitas udara dan cuaca.
Jangan hanya mengandalkan kondisi udara yang terlihat. Periksa pembaruan kualitas udara dan prakiraan cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
6. Hindari sumber pencemar tambahan.
Jangan membakar sampah, daun kering, lahan, atau sisa pertanian secara terbuka. Asap kebakaran dapat memperburuk kualitas udara di lingkungan sekitar.
7. Kurangi aktivitas luar ruang ketika gejala muncul.
Jika mulai mengalami batuk atau sesak napas saat berada di luar, segera hentikan aktivitas dan pindah ke lingkungan dengan paparan yang lebih rendah.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Paparan ozon dalam jangka pendek dapat menimbulkan gejala pada saluran pernapasan. Gejala yang perlu diperhatikan antara lain:
- batuk;
- tenggorokan terasa teriritasi;
- dada terasa nyeri, terbakar, atau tidak nyaman saat menarik napas dalam;
- dada terasa sesak;
- sesak atau kesulitan bernapas.
Gejala tersebut dapat muncul selama atau setelah seseorang terpapar ozon dalam konsentrasi tinggi. Pada penderita asma, paparan ozon dapat memperburuk gejala dan meningkatkan kemungkinan serangan asma.
Jika sesak napas berat, nyeri dada, atau gangguan pernapasan tidak membaik setelah menjauh dari sumber paparan, warga sebaiknya segera mencari pertolongan medis.
Kewaspadaan menjadi semakin penting selama kemarau dan ketika kebakaran lahan masih terjadi di Pulau Ambon.
Menjaga kualitas udara bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku masyarakat, terutama dengan menghentikan pembakaran terbuka yang dapat memperburuk kondisi udara.(TIA)
Penulis :
Editor :



