Ramadan di Dullah Utara: Momentum Pemuda Fiditan Rajut Kembali Persaudaraan
potretmaluku.id – Wajah ketegangan di kawasan Fiditan, Kota Tual, mulai mencair melalui aksi pembagian takjil lintas kelompok.
Satuan Brimob Polda Maluku sengaja melibatkan para pemuda yang sebelumnya sempat bersitegang untuk turun ke jalan bersama, menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum penghapusan sekat pertikaian.
Personel Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku melakukan pendekatan humanis guna meredam potensi konflik antarwarga di Kota Tual.
Bersama Bhayangkari, otoritas kepolisian menggandeng kelompok pemuda dari Desa Fiditan Kampung Lama, Kampung Baru, serta kawasan BTN untuk menggelar aksi sosial pembagian takjil di Jalan Raya Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Minggu, 15 Maret 2026.
Agenda yang dipimpin langsung oleh Ps. Komandan Batalyon C Pelopor, Kompol Rudi W. Muskitta, S.Sos., S.H., M.H., ini dirancang sebagai instrumen rekonsiliasi.
Fokus utamanya adalah mempererat kembali hubungan persaudaraan antar-kelompok pemuda yang sebelumnya sempat terlibat pertikaian di wilayah tersebut.
Di lapangan, suasana cair terlihat saat para pemuda dari wilayah yang sempat bertikai bahu-membahu bersama personel Brimob membagikan paket berbuka puasa kepada pengendara yang melintas.
Aktivitas ini mengubah wajah Jalan Raya Fiditan yang biasanya rawan gesekan menjadi ruang interaksi sosial yang hangat menjelang waktu berbuka.
Kompol Rudi Muskitta menjelaskan bahwa aksi ini merupakan langkah cooling system untuk membangun kembali kohesi sosial di kalangan pemuda.
“Melalui kegiatan berbagi di bulan Ramadan ini, kami ingin menumbuhkan kembali semangat persaudaraan di antara para pemuda Desa Fiditan, sekaligus mempererat hubungan antara Brimob dan masyarakat,” ujar Rudi di sela kegiatan.
Menurutnya, keterlibatan aktif para pemuda dalam aksi sosial ini diharapkan mampu menciptakan ruang komunikasi positif.
Dengan mempertemukan mereka dalam satu forum kegiatan, potensi konflik diharapkan dapat diminimalisir melalui peningkatan rasa saling menghargai dan kepedulian antar-sesama.
Momentum Ramadan dinilai sebagai waktu yang paling tepat untuk melakukan intervensi sosial melalui pendekatan spiritual dan kemanusiaan.
Brimob memandang kepedulian sosial dapat menjadi jembatan untuk menghapus sisa-sisa dendam lama akibat pertikaian masa lalu.
Aksi ini mendapat respons positif dari warga Kota Tual yang melintas di kawasan Dullah Utara. Selain membantu warga yang sedang berpuasa, kehadiran kelompok pemuda yang bersatu ini menjadi simbol kuat komitmen rekonsiliasi.
Harapannya, stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Tual dapat terus terjaga dalam suasana yang kondusif selama bulan suci.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi


