potretmaluku.id – Pemerintah Provinsi Maluku resmi menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi daerah pada 2026.
Langkah ini ditandai dengan peluncuran Calendar of Event (CoE) Maluku 2026 oleh Gubernur Hendrik Lewerissa di kawasan Gong Perdamaian Dunia, Ambon, Kamis malam, 5 Maret 2026.
Lewerissa menyatakan bahwa agenda pariwisata tahun ini dirancang lebih terintegrasi untuk meningkatkan nilai tawar kekayaan alam bahari, seni, dan budaya Maluku di pasar internasional.
“Seluruh potensi daerah dikemas secara terencana dan berkelanjutan agar memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global,” ujar Hendrik dalam sambutannya.
Pemerintah Provinsi memproyeksikan rangkaian acara dalam CoE 2026 akan memberikan dampak pengganda (multiplier effect) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta komunitas ekonomi kreatif.
Hendrik menekankan bahwa pariwisata tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus mampu menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal secara langsung.
Bersamaan dengan peluncuran agenda wisata, Gubernur juga membuka festival “Ramadan Bikin Asik 2026”. Kegiatan hasil kolaborasi Dinas Pariwisata dengan Blue Ocean Management ini menggabungkan unsur religi, kreativitas anak muda, dan penguatan ekonomi melalui bazar kuliner Ramadhan.
Festival ini mencakup berbagai kompetisi, seperti lomba lagu pop religi dan pentas seni lintas komunitas.
“Ini bukan sekadar hiburan, melainkan wadah pembinaan bakat sekaligus ruang kolaborasi lintas komunitas di Maluku,” kata Hendrik.
Di sela acara, Hendrik juga melakukan aksi simbolis dengan membagikan paket Ramadan kepada petugas parkir dan petugas kebersihan jalan.
Ia kemudian meninjau sejumlah stan UMKM, menegaskan dukungannya terhadap produk lokal yang menjadi penyangga sektor pariwisata daerah. “Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat persaudaraan par Maluku pung bae (untuk kebaikan Maluku),” pungkasnya.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



