Krisis Gudang Pangan di MBD: DPRD Maluku Desak Bulog Bangun Fasilitas di Wilayah Terluar
potretmaluku.id – Distribusi bahan pangan ke Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) kembali menghadapi hambatan serius akibat cuaca ekstrem yang melanda perairan selatan Maluku.
Akibat gelombang tinggi dan badai, pasokan beras yang dialokasikan untuk wilayah kepulauan terluar tersebut kini tertahan di gudang Bulog Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny, menyatakan bahwa keterlambatan ini merupakan risiko yang seharusnya bisa dimitigasi sejak awal.
Menurutnya, Bulog sempat merencanakan distribusi pada pekan kedua Desember 2025, namun rencana tersebut berbenturan dengan memburuknya kondisi alam di pengujung tahun.
“Kami sudah memperingatkan sejak rapat dengar pendapat pertama agar distribusi ke MBD dilakukan sejak November untuk menghindari anomali cuaca,” ujar Jhon kepada media di Ambon, Jumat, 16 Januari 2026.
Persoalan distribusi di wilayah perbatasan ini, lanjut Jhon, bukan sekadar faktor alam, melainkan dampak dari lemahnya infrastruktur logistik.
Hingga saat ini, Kabupaten MBD tidak memiliki gudang penyimpanan beras yang memadai. Seluruh kendali pasokan hanya bertumpu pada Dinas Ketahanan Pangan setempat dengan dukungan anggaran yang terbatas.
Kondisi tersebut membuat pengiriman dalam volume besar menjadi sulit dilakukan secara mendadak. Akibatnya, setiap kali gangguan cuaca terjadi, stabilitas pangan di MBD langsung berada pada posisi rentan.
“Di MBD tidak ada gudang penyimpanan, juga tidak ada pelaku usaha lokal yang dilibatkan dalam pengelolaan beras. Infrastruktur logistik di daerah kepulauan tidak bisa disamakan dengan daerah daratan,” tegas politikus tersebut.
Sebagai solusi jangka panjang, Komisi II DPRD Maluku mendesak Bulog segera melakukan survei lapangan pada tahun ini untuk menentukan titik pembangunan gudang penyimpanan skala kecil di MBD.
Pembangunan fasilitas di beberapa lokasi strategis dinilai menjadi satu-satunya cara untuk menjamin ketersediaan stok pangan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada jadwal pelayaran dari kabupaten tetangga.(ASH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



