Maluku Tenggara

Werwarat, Gong Budaya Kei yang Siap Menggema di Festival Pesona Meti Kei 2025

potretmaluku.id – Satu per satu persiapan Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2025 mulai dirampungkan. Gelaran budaya tahunan yang dinanti masyarakat Maluku Tenggara ini dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 27 Oktober mendatang, dengan rangkaian acara tersebar di berbagai titik di wilayah Kei.

Festival ini bukan sekadar agenda pariwisata, tetapi telah menjelma menjadi ruang ekspresi kultural dan kebanggaan kolektif masyarakat Kei, baik yang berada di Maluku Tenggara maupun diaspora di luar daerah.

Salah satu daya tarik utama yang disiapkan adalah tradisi Werwarat. Tradisi ini melibatkan ribuan warga yang secara serempak menarik tali panjang di laut dangkal untuk menangkap ikan bersama. 

Atraksi budaya ini akan digelar di Pantai Wahan, Ohoi Danar, dan menjadi simbol kuat semangat gotong royong masyarakat Kei.

“Werwarat menjadi gong utama festival karena di situlah roh Pesona Meti Kei berada. Kita akan tampilkan di Pantai Wahan sebagai bagian dari identitas budaya lokal,” ujar Sekretaris Dinas Pariwisata Maluku Tenggara, Budhi Toffi, dalam jumpa pers di Aula Dinas Pariwisata, Selasa (7/10).

Tak hanya Werwarat, panitia juga menyiapkan berbagai kegiatan yang menggabungkan seni, olahraga tradisional, dan pariwisata. 

Di antaranya lomba perahu naga atau dragon boat di Perairan Sathean, kompetisi Goyang Meti Kei yang babak penyisihannya digelar di Pantai Ngiarwarat dan pembukaan di Landmark Langgur, serta pementasan Van Kur Kurat di Ohoi Kolser.

Untuk acara puncak, panitia menjadwalkan akan berlangsung di Pantai Ngursarnadan, Ohoililir. Namun, skema final masih dalam tahap penyempurnaan. 

“Kita masih finalisasi beberapa lokasi, tapi semangatnya tetap menyebar di berbagai titik agar masyarakat luas bisa berpartisipasi,” kata Toffi.

Di tengah tantangan efisiensi anggaran secara nasional, panitia tetap optimistis festival dapat berjalan optimal. 

Dukungan sponsor dari lembaga keuangan seperti Bank Mandiri, Bank Modern, dan Bank Artha, serta perusahaan seperti Telkomsel dan PLN, turut memperkuat pelaksanaan acara lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Kita bersyukur karena sponsorship berjalan baik. Walaupun anggaran terbatas, kita tetap ingin menghadirkan festival yang berkualitas,” ujar Toffi.

Festival ini juga menjadi panggung bagi talenta lokal di bidang seni, musik, dan tari. Pemerintah daerah menyediakan ruang konsultasi dan pembinaan bagi anak muda yang ingin mengembangkan potensi di sektor ekonomi kreatif. Langkah ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan dalam membangun ekosistem budaya dan kreatif di Kei.

“Kalau talenta itu sudah ada, tugas kita adalah menyediakan panggung agar mereka bisa menunjukkan karya dan membangun branding diri,” ujar Toffi.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga ketertiban dan ikut mempromosikan festival melalui media sosial. “Kita jaga keamanan sama-sama, dan mari kita promosikan event ini melalui media sosial. Ini bukan sekadar acara pemerintah, tapi milik semua orang Kei,” ucapnya.

Festival Pesona Meti Kei merupakan bagian dari program nasional Karisma Event Nusantara (KEN) yang didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pusat, ajang ini diharapkan kembali mengukuhkan Maluku Tenggara sebagai destinasi unggulan yang mengusung kekayaan budaya dan kearifan lokal ke panggung nasional dan internasional.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button