Gubernur Maluku Dukung Sekolah Rakyat Bersama 41 Daerah Lainnya

potretmaluku.id – Sebanyak 41 instansi pemerintah daerah dan dua universitas bergabung dalam komitmen bersama mendukung pendidikan anak-anak kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian yang digelar Kamis (10/7/2025) di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial, Jakarta Pusat.
Salah satu kepala daerah yang turut hadir dalam acara tersebut adalah Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. Kehadiran para pemimpin daerah ini menunjukkan keseriusan dalam mendukung program strategis yang digagas pemerintah pusat.
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Muhammad Nuh menjelaskan filosofi di balik program ini.
“Sekolah Rakyat adalah pemungkin, memungkinkan yang tidak mungkin. Kita memuliakan kaum miskin, bukan sekadar menyelamatkan mereka. Memuliakan artinya memberi lebih dari sekadar kebutuhan asalnya,” ungkapnya.
Program ini secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang tidak atau belum pernah bersekolah, maupun mereka yang terancam putus sekolah. Inilah inti dari Sekolah Rakyat yang menjadi fokus utama pemerintah dalam memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang kehilangan hak pendidikannya karena faktor ekonomi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa penandatanganan perjanjian pinjam pakai Barang Milik Daerah (BMD) ini merupakan tonggak penting dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat.
“Ini adalah bentuk afirmasi negara terhadap kelompok masyarakat yang paling rentan,” tegas Saifullah.
Sekolah Rakyat mengusung tema besar yakni memuliakan dan membahagiakan orang-orang, menjangkau yang tidak terjangkau, serta menjadi pemungkin dari hal-hal yang sebelumnya dianggap mustahil.
Program ini dirancang sebagai strategi nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia dengan tujuan mulia: memutus rantai kemiskinan antargenenerasi, memperluas akses pendidikan, serta mempersiapkan generasi emas 2045.
Rangkaian acara ditutup dengan ritual penandatanganan perjanjian pinjam pakai Barang Milik Daerah dan Barang Milik Universitas, disusul sesi foto bersama seluruh peserta. Momentum ini diharapkan menjadi awal dari transformasi pendidikan Indonesia yang lebih inklusif dan merata.(*/TIA)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



