Amboina

Cristian Tukloy: Event Budaya Harus Jadi Ruang Strategis Anak Muda

potretmaluku.id – Sabtu malam, 23 Agustus 2025, sebuah hotel di pusat kota menjadi saksi perhelatan Malam Puncak Jujaro dan Mungare. Sorotan lampu, tepuk tangan penonton, hingga senyum gugup para finalis menyatu dalam satu suasana yang meriah. Namun di balik gemerlap itu, pemerintah kota mengingatkan bahwa acara ini bukan sekadar kontes mencari pemenang.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, hadir bersama Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata, Cristian Tukloy. Mereka menegaskan pentingnya menjadikan ajang Jujaro dan Mungare sebagai ruang strategis pemberdayaan generasi muda, bukan sekadar seremoni tahunan.

“Event Jujaro Mungare jangan sampai mubasir. Artinya bukan soal siapa juara, tetapi bagaimana generasi muda diberdayakan dan dilibatkan dalam berbagai event di Kota Ambon,” ujar Cristian Tukloy pada momen tersebut.

Cristian yang baru Jumat, 22 Agustus 2025 dilantik menjadi Kadis Pariwisata ini, menyebutkan para finalis tak akan berhenti pada malam penobatan.

“Mereka akan dilibatkan dalam program-program pemerintah maupun kegiatan pariwisata. Dengan begitu, kiprah anak muda Ambon dapat dirasakan nyata, bukan hanya berhenti di panggung lomba,” ungkapnya.

Pesan itu, kata dia, sejalan dengan arahan Wali Kota Wattimena yang menekankan pentingnya membuka ruang luas bagi anak muda dalam mendukung pembangunan daerah.

Pemkot juga berkomitmen mengkaji dan merancang lebih banyak kegiatan yang memberi ruang bagi kreativitas generasi muda.

Di antara gemerlap lampu dan lantunan musik malam itu, terselip sebuah pesan serius: masa depan Ambon bertumpu pada tangan generasi mudanya. Ajang seperti Jujaro dan Mungare menjadi panggung awal, tetapi perjalanan panjang mereka baru saja dimulai.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button