Wakil Bupati Maluku Tenggara Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Lokal
potretmaluku.id – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menegaskan komitmennya memperkuat sektor koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebagai pilar utama pembangunan ekonomi masyarakat.
Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, menyatakan bahwa program Koperasi Merah Putih merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kelembagaan ekonomi di tingkat akar rumput.
Pernyataan itu disampaikan Rahantoknam saat melepas 21 petugas Project Management Officer (PMO) dan Business Assistant (BA) Koperasi Merah Putih Maluku Tenggara di ruang rapat Kantor Bupati, Jumat (17/10/2025).
Ia menegaskan, tugas para pendamping bukan sekadar administratif, melainkan panggilan pengabdian untuk memberdayakan masyarakat dan menumbuhkan kemandirian ekonomi lokal.
“Tugas saudara-saudara bukan sekadar administratif, tetapi merupakan panggilan pengabdian untuk memberdayakan masyarakat,” ujar Rahantoknam.
Ia menambahkan, setiap langkah pendampingan harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggota koperasi dan masyarakat desa.
Program Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi berbasis kearifan lokal dengan semangat gotong royong dan keadilan sosial. Pendampingan, kata Rahantoknam, tidak hanya mencakup penguatan kapasitas usaha, tetapi juga pembinaan moral kerja yang berintegritas.
Ia menekankan pentingnya pendekatan partisipatif dan komunikatif agar nilai kepercayaan dan kebersamaan tumbuh di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Rahantoknam juga meminta agar para petugas PMO dan BA menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi serta solusi atas tantangan ekonomi di lapangan.
Pemerintah daerah, ujarnya, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi guna memperkuat sektor koperasi dan UMKM sebagai fondasi ekonomi masyarakat.
Ia menaruh harapan besar agar koperasi di setiap ohoi dan kelurahan dapat berkembang menjadi lembaga ekonomi yang sehat, produktif, dan mandiri. Sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi sumber daya alam dan budaya daerah.
“Setiap keberhasilan kecil di lapangan akan menjadi pijakan menuju kemandirian ekonomi daerah,” kata Rahantoknam menutup sambutannya.(TIA)
IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



