MalukuMaluku TengahSeram Bagian Barat

Tokoh Negeri Latu dan Kabauw Selesaikan Konflik Antaranegeri di Masjid Raya Al Fatah Ambon

potretmaluku.id – Wakil Ketua DPRD Maluku Abdullah Asis Sangkala menyebutkan, Negeri Latu di Kabupaten Seram Bagian dan Negeri Kabauw di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku adalah bersaudara.

“Latu dan Kabauw samua bersaudara, orang muslim bersaudara, sesama Latu bersaudara sesama Kabauw bersaudara, sesama Pattimura bersaudara,” ujar Asis, saat tokoh kedua negeri ini (Latu dan Kabauw), bersepakat untuk mengatur perdamaian, di Masjid Raya Al Fatah, Kota Ambon, Jumat (7/1/2022).

Sebelumnya terjadi tindakan kriminal dari salah satu warga Kabauw terhadap salah satu warga Latu, yang menyebabkan korban jiwa.

Menurut Asis, yang juga adalah sesepuh Negeri Kabauw ini, Allah katakan dalam Al-Quran, “Sesungguhnya orang beriman adalah bersaudara”.

Itu sebabnya, dia berharap mudah-mudahan pertemuan ini menjadi contoh, pelajaran dan viral di masyarakat bahwa orang Latu dan orang Kabauw menyelesaian masalah dengan duduk di masjid atau di rumah Allah.

“Mendapat hidayah dan masalah selesai. Tidak ada dendam, tidak ada konflik. Jadi masalah pembunuhan dianggap selesai. Pelaku sudah harus bertanggung jawab,” tandasnya.

Mengenai keluarga, Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Maluku ini katakan, Insya Allah sudah ikhlas menerima, dan kedua masyarakat bisa hidup damai serta berdampingan.

“Ini katong viralkan, biar bisa menjadi contoh untuk negeri-negeri yang lain. Jika ada konflik, bisa duduk di masjid dan kita bisa menyelesaikan masalahnya bersama-sama. Karena kadang di Kantor Polisi pun masih sama-sama panas. Tapi kalau di masjid, Insya Allah tidak ada yang panas,” tuturnya.

Sementera itu, salah satu sesepuh Latu yang berdiam di Ambon, Kuripa Musa, pada kesempatan tersebut juga berharap, mudah-mudahan pertemuan ini mempererat silahturahim kedua negeri.

“Dari pertemuan saya dengan Kapolsek Baguala, beliau mengatakan bahwa pelaku sudah ditangkap. Kalau pelaku sudah ditangkap berarti selaku sesepuh beta punya tanggung jawab, untuk mengamankan masyarakat samua yang ada di Ambon. Kapolsek katakan ini pelaku tunggal,” bebernya.

Kuripa yang juga adalah Koordinator Pemuda Latu di Ambon ini menuturkan, jika pelaku tunggal, maka segala sesuatu diserahkan kepada yang berwajib, agar diproses secara hukum.

“Selanjutnya katong kumpul masyarakat Latu yang ada di sini [Kota Ambon], untuk berikan arahan, jangan melakukan tindakan lainnya. Karena samua adik-adik masih muda, jangan sampai ada orang yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan [mereka],” ujarnya mengingatkan.

Dia juga berharap, upaya damai ini menjadi contoh untuk negeri-negeri yang lain, bahwa semua masalah harus diselesaikan dengan kepala dingin dan ini di masjid.

“Dan memang sudah ditakdirkan akhir hidup seseorang. Jadi kita harus membicarakan penyelesaian masalah ini dengan cara yang baik,” pungkasnya.

Sedangkan Kepala Pemuda Negeri Kabauw Bambang Sella mengucap syukur, proses silaturahmi dan bermusyawarah dalam menjaga persaudaraan antara Negeri Latu dan Negeri Samasuru Kabauw bisa terlaksana dengan baik.

“Tujuan dari pertemuan ini, untuk menghindari provokasi-provokasi yang dapat menimbulkan konflik lebih besar antara kedua negeri, dan juga menegaskan komitmen kami tentang proses hukum yang dilakukan terhadap pelaku, sehingga tidak berdampak pada saudara-saudara kita dari Negeri Kabauw maupun dari Negeri Latu,” tuturnya.

Pada pertemuan tersebut, menurut Bambang, ada sedikit sumbangsih yang diserahkan oleh masyarakat Negeri Kabau dengan nominal Rp.8.000.000.

“Sumbangsih tersebut berasal dari Pemerintah Negeri Kabauw sebesar Rp3.000.000, dan dari sesepuh kami Abang Asis Sangkala sebesar Rp.5.000.000,” ungkapnya.

Dia berharap kedepan tidak ada lagi peristiwa-peristiwa [pertikaian] seperti, dan mengajak semua pihak tetap beristiqomah yakini bahwa setiap muslim merupakan saudara.

Sejumlah sesepuh maupun tokoh Negeri Kabauw yang hadir pada pertemuan tersebut, anrara lain: Abdullah Asis Sangkala, Babang Sella, Emang Wasahua, dan Manan Latuconsina. Sementara dari Negeri Latu yang hadir antara lain: Kuripa Musa, Abdullah Patty, Uceng Karan Patty, Rahman Patty, dan Zainal Patty.(TIA)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button