Tadarrus Puisi SATUPENA Bawa Banyak Pesan Profetik dan Futuristik
potretmaluku.id – Tadarrus Puisi Ramadhan yang digelar perkumpulan penulis, yang tergabung dalam Satupena, dinilai membawa banyak pesan profetik. Bahkan, ada juga pesan futuristik yang menantang umat beragama untuk merumuskan model berTuhan di masa depan.
Demikian disampaikan peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Toto Izul Fatah kepada pers di Jakarta, Jumat (15/3), usai menghadiri acara yang digelar para penulis tersebut dalam rangka rangkaian kegiatan Ramadhan.
Hadir pada acara tersebut, Denny JA sebagai Ketua Umum Satupena, penyair kondang Sutradji Calzoum Bachri, Prof. Fahry Ali, Yose Rizal Manua, Helmi Yahya, Agus R Sarjono, Jamal D Rahman, Nasir Tamara, Wina Armada, pianis ternama Marusya Nainggolan dan sederet tokoh lainnya.
Menurut Toto, salah satu pesan profetik yang sangat kuat tercermin dari rangkaian bait puisi yang dibacakan para penyair. Sebut saja saat Sutardji dapat giliran. Meski disampaikan dengan kemasan kritik (amar maruf nahyi munkar) dan dengan sedikit menghibur, puisi Sutardji tak kehilangan pesan-pesan moral dan spiritualnya.
Dalam pandangan Toto yang juga Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA ini, pesan moral dan spiritual itu tak harus selalu datang dalam bentuk rangkaian ayat-ayat kitab suci, tapi bisa juga lewat rangkaian bait puisi hasil dari sebuah perenungan yang mendalam dari seorang penyair.
Intinya, kata Toto, jangan selalu melihat kebenaran itu dari wujud fisik yang tampak dan terlihat secara umum baik. Kebenaran bisa saja datang dari tukang sampah, pemulung, dan bahkan dari seorang pelacur yang mungkin saja mereka semua tak bersorban dan tak berkerudung.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi