Ruslan Afandi Basri, Sekretaris KKSS Maluku: Kita Perlu Menjaga Harmoni
Tokoh yang sudah mengabdikan dirinya dalam mengembangkan organisasi KKSS di Maluku kurang lebih 20 tahun, atau selama tiga periode, sebagai Sekretaris BPW itu, kemudian menyampaikan apa yang menjadi prinsip orang Sulawesi Selatan.
Katanya, orang-orang Sulawesi Selatan itu punya prinsip, sekali layar terkembang pantang surut kembali ke pantai. Jadi begitu mereka merantau sebagai diaspora, mereka sudah siap mempertaruhkan hidupnya dan ikut membangun daerah di mana mereka berada.
Dia mengaku, sejauh ini, belum ada data berapa banyak orang Sulawesi Selatan di Maluku. Sebaran orang Sulawesi Selatan terbanyak di Kota Ambon, Maluku Tengah, dan Maluku Tenggara.
Berapa pun jumlahnya, kata dia, yang terpenting adalah kontribusi mereka yang signifikan bagi kemajuan pembangunan di Provinsi Maluku, baik secara ekonomi maupun sosial budaya.
Dikatakan, KKSS sebagai sebuah organisasi, selalu melakukan konsolidasi agar program-programnya nyata dirasakan manfaatnya.
“Paguyubannya dahulu sebagai rumah besar kita harus solid. Rumah besar ini harus kompak, sebagai tempat kita bersilaturahmi. Para tokoh harus satu kata, sesuai dengan namanya, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan,” tegasnya.
Lelaki Bugis, yang akrab disapa Ulan itu, mengaku selalu berusaha tetap belajar pada nilai-nilai dan kearifan budaya Sulawesi Selatan. Salah satunya, lewat puisi “Panggil Aku Daeng” karya Rusdin Tompo.
“Ketika mendengar puisi itu dibaca, dan disebutkan siapa penciptanya, saya langsung bilang, itu teman saya. Saya merinding ketika mendengar puisi itu pertama kali,” kisahnya.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



