Travel Notes Ikhsan Tualeka: Pertemuan Para Penulis di Penang
Untuk diketahui acara sastra ini memang rutin dilaksanakan dan didanai pemerintah negara bagian Penang yang mempromosikan sastra dunia dan, dengan demikian, mendorong wacana membaca dan intelektual. GTLF adalah salah satu aset seni dan budaya Penang.
Pertemuan para penulis atau sastrawan ini juga menjadi penting atau dilakukan di jantung Georg Town, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO di Penang, Karena mengingatkan pada hari-hari pada masa lalu, ketika Penang menjadi pusat penerjemahan terkemuka di tahun 1930-an.
Senang sekali saya bisa ada dan ikut berbagi pandangan dengan orang-orang inspiratif ini. Dengan menulis mereka tidak saja ingin berbagi pesan, pandangan dan pemikiran, tapi juga hendak mengarahkan “dunia” pada keteraturan atau peradaban yang lebih baik dan maju.
GTLP berlangsung di Penang Malaysia 24 hingga 27 November 2022 yang menjadi ajang temu, diskusi dan berbagi tentang pengalaman penulis, penerjemah, penerbit dan sastrawan . Baik itu soal latar karya penulisan, termasuk respon atau dampak yang sejauh ini mengiringi buku yang ditulis atau diterbitkan.
Tentu saja ada sejumlah pengalaman menarik yang mengemuka. Misalnya buku-buku yang mengangkat tema kebudayaan dan juga sejarah. Selalu ada hal baru yang barangkali luput dari pengamatan orang kebanyakan.
Begitu pula dengan buku yang mengulas kritik sosial yang bisa saja mendapat respon resepsi dari pemerintah maupun warga yang belum berpikiran terbuka dalam menerima perbedaan pendapat. Pengalaman para penulisnya juga menarik untuk didengar dan diketengahkan.
Lebih dari semua itu, berkumpulnya para penulis dari berbagai negara, dengan latar sosio kultural yang berbeda, menghadirkan secercah harapan, terutama di kawasan Asean, bahwa para penulis juga bisa terkonsolidasi untuk turut berkontribusi bagi majunya daerah, negara maupun kawasan.
Terpenting lagi adalah networking semakin terbuka dan tentu saja akan membuka kesempatan untuk memperluas area publishing atau market bagi para penulis. Kedapan event-event semacam ini mesti bisa terus berjalan,
Jika Penang sudah rutin mengadakan GTLP, mungkin tahun depan Kota Ambon bisa siap untuk menggagas agenda serupa, setidaknya secara regional maupun nasional. Mungkin bisa dinamakan: Ambon Festival Sastra Teluk Ambon (Afesatela), ataupun nama lain yang disepakati. Mari kita kongkritkan.
Penang, 28 November 2022
Ikhsan Tualeka
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



