Maluku Tenggara

Maluku Tenggara Hadapi Defisit Anggaran Pendidikan Lewat Inovasi

Narasi ini menegaskan bahwa sektor pendidikan tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus berkelindan dengan penguatan ekonomi daerah serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Menurut Charlos, pendidikan memiliki peran sentral dalam mencetak sumber daya manusia yang kompetitif. Melalui forum ini, pemerintah daerah berharap lahir kebijakan partisipatif yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat kepulauan. 

Sinkronisasi program pendidikan dengan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun 2027 menjadi agenda utama agar perencanaan pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Di tengah tantangan fiskal, Charlos mendorong para pemangku kepentingan untuk melahirkan terobosan kreatif. Ia meminta jajaran Dinas Pendidikan dan seluruh peserta forum untuk tetap mengoptimalkan capaian target pembangunan meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran belanja daerah.

“Dalam kondisi keterbatasan anggaran, kita harus mampu berpikir di luar kebiasaan (out of the box). Dibutuhkan inovasi dan kreativitas. Jangan mudah menyerah, tetap semangat untuk mencapai sasaran pembangunan yang telah ditetapkan,” tegas Charlos.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pemerataan pelayanan dasar sebagai fondasi utama pembangunan. 

Langkah ini sejalan dengan visi besar daerah untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera melalui jalur pembangunan manusia yang inklusif serta berkelanjutan di masa depan.(TIA)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Previous page 1 2

Berita Serupa

Back to top button