potretmaluku.id – Kasus bunuh diri dari Jembatan Merah Putih (JMP) Kota Ambon pada 20 Maret kemarin belum hilang dari ingatan, publik kembali dikejutkan dengan aksi serupa.
Seorang pria muda berinisial AH alias Anto ditemukan tewas terkapar di bawah JMP, tepatnya di pantai Desa Galala, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Rabu (8/4/2026).
Pria yang diketahui belakang ASN itu nekat mengakhiri hidup dengan cara melompat dari atas jembatan. Peristiwa itu terjadi sekira pukul 22.10 WIT. Korban dinyatakan meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit.
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan PP Lease, IPDA Moyeth (Jeneth) Luhukay, dalam keterangan yang diterima titastory.id, kamis 9 April 2026 menjelaskan berdasarkan data kepolisian, korban merupakan warga beralamat di Piru, yang saat ini berdomisili di kawasan Galunggung, Kelurahan Batu Merah.
Dia menjelaskan, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga yang berada di pesisir pantai Desa Galala, tepat di bawah JMP. Menurut saksi mata, Roland Syam (23), saat itu ia sedang berlatih paduan suara bersama rekan-rekannya di sebuah gazebo.
“Saksi melihat sebuah mobil putih melaju kencang ke arah kerumunan di depan kafe. Awalnya ia mengira ada keributan, namun setelah mendekat, pengunjung kafe menginformasikan ada orang yang terjun dari atas jembatan,”ujar IPDA Jeneth Luhukay, Kamis (9/4/2026).
Warga sekitar, pengunjung kafe, bersama Babinkamtibmas Desa Galala segera melakukan pencarian di perairan bawah JMP. Tak lama berselang, tubuh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi ke daratan. Meski sempat diberikan pertolongan pertama berupa napas buatan oleh warga di TKP, korban tetap tidak memberikan respons.
Hasil penyelidikan awal, terungkap fakta pilu sebelum korban melakukan aksi nekatnya. Korban diketahui baru saja pulang dari dokter praktik untuk menjalani pengobatan didampingi pihak keluarga.
“Dalam perjalanan pulang menggunakan mobil, korban sempat meminta izin kepada keluarga untuk berhenti di atas JMP karena ingin melihat pemandangan Kota Ambon di malam hari,”jelas Jeneth.
Nahas, saat kendaraan berhenti, korban langsung melakukan aksinya. Pihak keluarga yang berada di lokasi dilaporkan sempat berusaha menahan tubuh korban, namun upaya tersebut gagal mencegah korban terjatuh ke laut.
Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Ambon menggunakan mobil pribadi milik warga yang melintas di jalan raya. Namun, setibanya di ruang IGD, dokter jaga menyatakan korban telah meninggal dunia.
“Korban mengalami cedera fisik yang cukup berat, termasuk patah tulang pada tangan kiri dan kaki kiri,”kata Kasi Humas.
Saat ini jenazah korban telah dibawa ke kediamannya di Desa Waiheru. Pihak kepolisian masih terus mendalami motif di balik dugaan bunuh diri tersebut, sementara identitas anggota keluarga lain yang bersama korban saat kejadian masih dalam pendataan pihak Polsek setempat. (SAH)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi



