AmboinaPendidikan & Kesehatan

Kasus COVID-19 Meningkat Drastis di Ambon, Ternyata Varian Omicron

potretmaluku.id – Memperkuat dugaan sebelumnya dari Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ambon Wendy Pelupessy mengungkapkan, penularan COVID-19 yang sangat cepat di daerah ini beberapa hari belakangan ini memang adalah varian Omicron.

“Dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Provinsi Maluku sudah share ke kami dan Kadinkes Provinsi, bahwa hasil pemeriksaan sample yang dikirim ke BTKLPP Jogjakarta, ternyata memang penularan terjadi di Kota Ambon saat ini adalah varian Omicron,” ujar Wendy, di Ambon, Rabu (9/2/2022).

Menurut dia, penyebaran varian Omicron memang sudah diprediksi sebelumnya, jika melihat pola penularannya yang begitu cepat.

“Kita lihat sendiri pergerakan begitu cepat, ciri-ciri dari Omicron memang seperti itu,” tandasnya.

Dia katakan, jumlah kasusnya naik berapa kali lipat dalam 2 minggu, dari 1 kasus menjadi 7 kasus, 100 kasus lebih, dan sekarang sudah 965 kasus.

“Kenaikannya bisa sampai 4 kali lipat,” terangnya.

Wendy menuturkan, kenaikan kasus Omicron diperkirakan para ahli epidemiologi akan mencapai puncaknya pada akhir Februari hingga awal Maret 2022.

“Oleh karena itu, kita harus prepare, sebanyak mungkin kita tracing sehingga pasien yang tidak memerlukan perawatan RS. Bisa cepat diisolir sehingga RS tidak penuh dan tidak kolaps untuk tenaga kesehatan sendiri,” bebernya.

Pemkot Ambon sendiri, disebutnya, sudah membuka Isolasi terpusat (Isoter) di Asrama Haji yang berlokasi di Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, sejak Senin (7/2/2022) kemarin.

Isoter ini, lanjut Wendy, diprioritaskan bagi mereka yang tanpa gejala hingga gejala ringan yang memiliki komorbid dan termasuk golongan lansia. Sedangkan bagi yang bergejala sedang, berat, dan kritis akan dirujuk ke RS.

“Ada sekitar 35 orang yang dirawat di sana dan kita lihat memang ada kriteria untuk Isoter, karena tidak semua pasien di rawat di RS, untuk menjaga tingkat keterisian RS,” tutupnya.(*/TIA)


Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi

Berita Serupa

Back to top button